Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Pembiayaan Perbankan Syariah Tumbuh 11,82 Persen pada Juli 2026

Rabu, 9 September 2026, 09:28 WIB Sumber: Republika Dibaca 2 kali
Ukuran:

OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,82 persen secara tahunan pada Juli 2026, menjadi kinerja paling positif di antara seluruh sektor jasa keuangan syariah. Total aset perbankan syariah mencapai Rp 1.070,27 triliun dengan DPK sebesar Rp 837,24 triliun, sementara FDR, CAR, dan ROA tercatat masing-masing di angka 88,35 persen, 23,76 persen, dan 1,95 persen. Di sisi lain, Indeks Saham Syariah Indonesia masih terkontraksi 25,92 persen secara year to date, dan kontribusi asuransi syariah terhadap sektor PPDP juga mengalami kontraksi sebesar 12,67 persen.

Poin-Poin Utama

  • OJK recorded Sharia banking financing grew 11.82% yoy in July 2026.
  • Total Sharia banking assets reached Rp 1,070.27 trillion, up 7.35% yoy.
  • Previous month Sharia banking assets were Rp 1,075.18 trillion with 7.36% growth.
  • Sharia financing value reached Rp 744.51 trillion, up from Rp 741.27 trillion at 11.29% growth.
  • Sharia receivables financing grew 8.84% yoy.
  • Third Party Funds (DPK) reached Rp 837.24 trillion, growing 11.92% yoy.
  • Previous month DPK was Rp 835.01 trillion with 13.01% growth.
  • FDR for BUS-UUS stood at 88.35%.
  • BUS Capital Adequacy Ratio (CAR) reached 23.76%.
  • BUS-UUS Return on Assets (ROA) stood at 1.95%.
  • NPF gross for BUS-UUS was 2.27%; NPF net was 0.76%.
  • ISSI index in August 2026 was 228.63, contracting 25.92% ytd.
  • Corporate sukuk outstanding reached Rp 94.40 trillion with 17.02% market share.
  • Sharia mutual fund AUM reached Rp 84.79 trillion with 12.99% market share.
  • Sharia insurance contributions reached Rp 14.19 trillion, contracting 12.67% yoy.
Tagar Terkait
#ojk#perbankan syariah#sektor jasa keuangan#pembiayaan syariah#sjk syariah#asuransi syariah#sukuk
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya