Dirut BTN Ungkap Kinerja BSN, Cost of Fund 2,7 Persen dan NPL di Bawah 3 Persen
Dirut BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan kinerja Bank Syariah Nasional (BSN) masih tumbuh positif, dengan cost of fund 2,7 persen dan NPL di bawah 3 persen, bahkan lebih baik dari induknya. Nixon juga menyebut kualitas pembiayaan segmen syariah lebih disiplin dibanding nonsyariah, serta menilai spin-off UUS BTN menjadi BSN memberi keleluasaan pengembangan produk. Per Juni 2026, total aset BSN tumbuh 20,1 persen year-on-year menjadi Rp 78,8 triliun, dengan target 2026 aset sekitar Rp 87 triliun, pembiayaan Rp 66 triliun, dan DPK Rp 69 triliun.
Poin-Poin Utama
- Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sampaikan kinerja Bank Syariah Nasional (BSN) masih tumbuh baik.
- BSN catatkan pertumbuhan laba positif.
- BSN catatkan pertumbuhan bisnis positif.
- Cost of fund BSN tercatat di level 2,7 persen.
- Cost of fund BSN lebih baik dari induknya (BTN konvensional).
- Rasio NPL BSN berada di bawah 3 persen.
- Kualitas pembiayaan segmen syariah lebih disiplin dibanding segmen nonsyariah.
- Pemisahan UUS BTN jadi BSN beri keleluasaan BSN kembangkan produk lebih luas.
- Pernyataan disampaikan dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta.
- Public Expose Live 2026 digelar Kamis (10/9/2026).
- Per Juni 2026, total aset BSN tumbuh 20,1 persen year-on-year.
- Total aset BSN per Juni 2026 capai Rp 78,8 triliun.
- Pencapaian aset BSN semester I 2026 capai 100,8 persen dari target.
- BSN targetkan aset 2026 sekitar Rp 87 triliun.
- BSN targetkan pembiayaan 2026 Rp 66 triliun dan DPK Rp 69 triliun.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.