IRGC: Teknologi Canggih AS tak Mampu Lolos dari Pengawasan Iran di Selat Hormuz
LD di pintu masuk Selat Hormuz dan memublikasikan foto buktinya. Juru bicara IRGC menegaskan tidak ada teknologi canggih negara mana pun yang mampu menembus sistem pengawasan ketat Iran di jalur pelayaran vital tersebut. Insiden ini terjadi di tengah konflik bersenjata AS-Israel dan Iran yang masih bergejolak sejak 28 Februari 2026, di mana Iran memperketat patroli sementara AS meningkatkan sanksi ekonomi.
Poin-Poin Utama
- IRGC menyita drone bawah laut milik militer AS jenis Dive-LD di Selat Hormuz.
- Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi menyampaikan pernyataan resmi pada Selasa (8/9).
- Mohebbi menyatakan tidak ada teknologi canggih negara mana pun yang mampu menembus pengawasan Iran di Selat Hormuz.
- IRGC memublikasikan foto bukti penemuan drone bawah laut milik armada militer AS.
- Drone Dive-LD ditemukan di pintu masuk Selat Hormuz.
- Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang diawasi militer Iran.
- Konflik bersenjata antara pasukan AS-Israel dan Iran berlangsung sejak 28 Februari 2026.
- Teheran dan Washington menandatangani memorandum penghentian permusuhan pada pertengahan Juni 2026.
- Kesepakatan gencatan senjata Juni 2026 masih diwarnai aksi saling balas serangan.
- Iran memperketat patroli udara, permukaan, dan bawah laut di Selat Hormuz.
- Patroli diperketat untuk mengantisipasi aktivitas intelijen asing.
- Washington memilih meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.
- Senasan ditujukan untuk memicu kendala finansial bagi Iran.
- Insiden terjadi di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang bergejolak.
- Sumber berita: Ant, Sputnik, RIA Novosti.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.