Modifikasi Cuaca Berhasil Picu Hujan di Kalimantan, Penanganan Karhutla Tetap Ditingkatkan
Operasi Modifikasi Cuaca dengan menaburkan 3.000 kilogram garam selama enam jam berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, sehingga membantu pembasahan lahan dan pengendalian karhutla. Meskipun titik panas di Kalimantan Barat turun dari 31 menjadi 12, titik panas di Kalimantan Tengah meningkat dari 46 menjadi 63, sehingga pemadaman, pendinginan, patroli, dan water bombing terus digiatkan dengan pengerahan 53 armada udara.
Poin-Poin Utama
- Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Selasa (8/9) untuk pengendalian karhutla.
- OMC berhasil memicu hujan di wilayah rawan karhutla Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
- Satgas darat mengerahkan 1.408 orang dan memadamkan 48 hektar lahan.
- Satgas udara menjatuhkan 780.000 liter lebih air dan memadamkan 115 hektar lebih lahan.
- Pesawat penyemai menggunakan 3.000 kilogram garam selama enam jam penerbangan.
- Hujan terjadi di Kabupaten Tanib Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Balangan.
- Hotspot high confidence di Kalimantan Barat turun dari 31 menjadi 12 titik.
- Hotspot high confidence di Kalimantan Tengah naik dari 46 menjadi 63 titik.
- Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, dan pemda menjalankan patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan, mopping up, pendinginan, serta pemantauan.
- Sebanyak 53 unit armada udara disiagakan untuk enam provinsi prioritas.
- Enam provinsi prioritas yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
- Dari 53 armada udara, 19 unit digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC.
- Sebanyak 34 armada udara digunakan untuk operasi water bombing.
- Penanganan lahan gambut dengan api aktif dan bara bawah permukaan terus dilanjutkan untuk mencegah penyalaan ulang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.