Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Netral

Hotspot Karhutla Turun di Empat Provinsi, Operasi Pengendalian Terus Dilakukan

Rabu, 9 September 2026, 13:33 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Hotspot karhutla turun di empat dari enam provinsi prioritas pada 8 September 2026, dengan penurunan terbesar di Kalimantan Barat (31 menjadi 12 hotspot), sementara Sumatera Selatan tetap tertinggi dengan 76 titik dan Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan justru mengalami kenaikan. Secara nasional terdeteksi 397 hotspot high confidence, meningkat tipis dari 386 titik hari sebelumnya, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berhasil memicu hujan di sebagian Kalimantan Barat dan Tengah untuk membantu pemadaman. Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan pihak terkait melanjutkan operasi pengendalian melalui patroli, groundcheck, water bombing dengan 53 armada udara, serta meminta masyarakat di wilayah terdampak asap kategori tidak sehat hingga berbahaya untuk mengikuti informasi resmi dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Poin-Poin Utama

  • Hotspot karhutla turun di empat dari enam provinsi prioritas pada 8 September 2026.
  • Empat provinsi dengan penurunan: Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Riau, Jambi.
  • Dua provinsi dengan kenaikan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
  • Secara nasional terdeteksi 397 hotspot high confidence pada 8 September 2026 pukul 21.10 WIB.
  • Jumlah hotspot naik tipis 11 titik dari 386 pada 7 September 2026.
  • Sumatera Selatan mencatat 76 hotspot, tertinggi di antara provinsi prioritas.
  • Kalimantan Tengah mencatat 63 hotspot, naik dari 46.
  • Kalimantan Barat turun paling besar, dari 31 menjadi 12 hotspot.
  • Sumatera Selatan turun dari 88 menjadi 76 hotspot.
  • Kalimantan Selatan naik dari 4 menjadi 6 hotspot; Riau turun; Jambi turun.
  • Sebanyak 53 armada udara disiagakan di enam provinsi prioritas.
  • 19 armada untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca, 34 armada untuk water bombing.
  • Operasi Modifikasi Cuaca pada 8 September menghasilkan hujan di sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
  • Kualitas udara PM2.5 di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
  • Jarak pandang tercatat 3 km di Pontianak dan Jambi, 5 km di Palangka Raya dan Palembang, 4 km di Pekanbaru, 8 km di Banjarmasin.
Tagar Terkait
#karhutla#kebakaran hutan#kualitas udara#kalimantan#omc#sumatera#hotspot#kementerian kehutanan#sipongi+#manggala agni
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya