Gunung Lewotolok Meletus Disertai Dentuman, Kolom Abu Capai 600 Meter
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, kembali erupsi pada Minggu (6/9) pagi dengan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 600 meter, disertai dentuman dan terekam seismogram dengan amplitudo 40 mm selama 1 menit 22 detik. Meskipun tercatat ratusan letusan dan aliran lava hingga 1.800 meter dari bibir kawah, gunung setinggi 1.423 meter ini masih berstatus waspada, sehingga masyarakat diminta tidak memasuki radius 2-3 kilometer dari kawah dan menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
Poin-Poin Utama
- Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, erupsi pada 6 September pukul 06.41 Wita.
- Kolom abu vulkanik setinggi sekitar 600 meter teramati berwarna kelabu dan bergerak ke tenggara.
- Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 1 menit 22 detik.
- Pada 5 September tercatat 311 kali letusan dengan tinggi kolom 300 hingga 500 meter.
- Aliran lava baru terlihat di sektor timur laut sekitar 500 meter dari bibir kawah.
- Endapan lava teramati di sektor timur laut sekitar 1.100 meter dari bibir kawah.
- Endapan lava teramati di sektor selatan-tenggara sekitar 1.800 meter dari bibir kawah.
- Gunung Ili Lewotolok memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut.
- Status gunung saat ini berlevel Waspada (Level II).
- Masyarakat dilarang memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
- Radius 3 kilometer berlaku untuk sektor selatan dan tenggara.
- Potensi guguran lava dan awan panas mengancam sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
- Masyarakat diminta menggunakan masker dan perlengkapan pelindung mata serta kulit.
- Tempat penampungan air bersih harus ditutup agar tidak terpapar abu vulkanik.
- Belum ada laporan warga mengungsi akibat letusan gunung tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.