Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

Mengapa Partai Sayap Kanan Menguat di Eropa?

Rabu, 9 September 2026, 12:20 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

partai sayap kanan di Eropa, termasuk yang berhaluan neofasisme dan ekstrem, semakin menguat dalam pemilu parlemen negara anggota dan parlemen UE sejak beberapa tahun terakhir, seperti kemenangan FPO di Austria pada September 2024 dan AfD di negara bagian Saxony-Anhalt, Jerman pada September 2026. Pergeseran dukungan terjadi dari pemilih tua kurang terpelajar ke anak muda di bawah 30 tahun yang terpengaruh isu ekonomi, keamanan, dan kegagalan partai progresif merespons keluhan rakyat. Fenomena ini menandai kebangkitan kaum sayap kanan ekstrem di Jerman setelah era Nazi, didorong oleh ketidakpuasan terhadap partai arus utama dan visi nostalgia yang ditawarkan.

Poin-Poin Utama

  • Pada Juni 2024, Uni Eropa menggelar pemilihan umum legislatif untuk masa jabatan lima tahun dengan 360 juta rakyat dari 27 negara berhak memilih.
  • Meski belum mayoritas, perwakilan partai-partai kanan semakin menguasai kursi di parlemen UE dan parlemen negara anggota.
  • Pada September 2024, Partai Kebebasan (FPO) Austria memenangkan pemilu parlemen untuk pertama kali dengan ide populis, antimigran, dan anti-Islam.
  • Austria menyusul Perancis, Jerman, dan Belanda yang lebih dulu menyaksikan kemenangan partai sayap kanan.
  • Sejak 2022, Italia menjadi anggota G7 pertama di bawah pemerintahan sayap kanan dengan PM Giorgia Meloni dari Partai Persaudaraan Italia (FdI) berhaluan neofasisme.
  • Viktor Orban dari Partai Fidesz terpilih sebagai PM Hongaria tahun 2011 dan saat itu dianggap kasus anomali dalam UE.
  • Pada 2022, jajak pendapat nasional Swedia menunjukkan 22 persen pemuda berusia 18-21 tahun mendukung partai sayap kanan.
  • Anak muda Eropa mendukung partai kanan karena biaya hidup tinggi, sulit mendapat pekerjaan, dan kesulitan mengakses layanan publik.
  • Faktor keamanan juga menentukan, dengan kekhawatiran menurunnya keamanan dalam negeri dan lambannya penanganan polisi.
  • Mantan Kanselir Jerman Olaf Scholz terlambat membuka media sosial.
  • Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) memenangkan pemilihan umum negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September 2026.
  • AfD berdiri pada 2013 dengan agenda pembatasan imigrasi ketat, memulihkan hubungan dengan Rusia, mengurangi dukungan untuk Ukraina, dan menghentikan penggunaan euro.
  • Dinas intelijen domestik Jerman mengklasifikasikan AfD sebagai kelompok ekstremis sayap kanan, sehingga partai arus utama menolak bekerja sama.
  • Jerman era modern belum pernah memiliki partai sayap kanan yang memimpin pemerintahan di tingkat nasional, negara bagian, atau kota besar.
  • Kemenangan AfD menandai kebangkitan kaum sayap kanan ekstrem di Jerman setelah era Partai Nazi Adolf Hitler.
Tagar Terkait
#inggris#imigrasi#jerman#eropa#afd#italia#hongaria#politik eropa#austria#ekstremisme#partai sayap kanan#populisme#pemilu eropa
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya