Inggris, Eropa dan Kanada Kompak Boikot Produk Impor dari Israel, Demi Masa Depan Solusi Dua Negara
Noel Barrot mengumumkan bahwa sebelas negara Eropa bersama Kanada mendeklarasikan rencana pembatasan perdagangan barang dengan permukiman Israel yang dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional, sebagai upaya mempertahankan solusi dua negara Israel dan Palestina. Negara-negara tersebut, termasuk Prancis, Inggris, Kanada, Denmark, Spanyol, dan lainnya, menyatakan akan mempertimbangkan penerapan pembatasan secara nasional atau mengusulkan langkah-langkah serupa terhadap produk dari permukiman. Deklarasi itu juga mengecam kekerasan pemukim, perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat, dan mendesak Israel menghentikan aktivitas tersebut demi tercapainya perdamaian yang adil dan langgeng.
Poin-Poin Utama
- Sebelas negara Eropa dan Kanada mengumumkan rencana pembatasan perdagangan barang dengan permukiman Israel pada Selasa (8/9/2026).
- Negara yang tergabung: Prancis, Inggris, Kanada, Denmark, Spanyol, Finlandia, Irlandia, Islandia, Norwegia, Polandia, Portugal, dan Swedia.
- Tujuan utama: mempertahankan masa depan solusi dua negara Israel dan Palestina.
- Mengecam kekerasan pemukim dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional.
- Menyebut keputusan membuka tender proyek permukiman E1 tidak dapat diterima.
- Prancis, Inggris, dan Kanada menyambut langkah Irlandia, Spanyol, Belanda, Norwegia, dan Belgia terkait pembatasan serupa.
- Prancis, Inggris, dan Kanada akan mengusulkan langkah nasional melarang perdagangan barang dari permukiman.
- Ke-12 negara serius mempertimbangkan penerapan restrictions sesuai prosedur nasional masing-masing.
- Menentang setiap tindakan yang mengakibatkan aneksasi wilayah Palestina.
- Menolak pemindahan paksa penduduk Palestina.
- Mendesak Israel menghentikan perluasan permukiman ilegal dan kewenangan administratif sipil.
- Menuntut pemukim bertanggung jawab atas kekerasan dimintai pertanggungjawaban.
- Meminta investigasi terhadap tuduhan melibatkan pasukan Israel.
- Deklarasi disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot.
- Komitmen mengupayakan perdamaian yang adil dan langgeng.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.