Tekankan Akhlak untuk Menguatkan Keluarga Indonesia pada Perayaan Maulid Nabi
Hidayah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, dengan tema meneladani akhlak Rasulullah untuk menguatkan keluarga, umat, dan persatuan bangsa, diikuti sekitar 250 peserta secara langsung serta ribuan peserta melalui Zoom dan YouTube. Ketua Umum Hetifah Sjaifudian menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama membangun persatuan bangsa dan perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai akhlak serta memanfaatkan teknologi secara bijak. Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji menambahkan bahwa Maulid Nabi hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mempraktikkan keteladanan kemanusiaan Rasulullah dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan berbangsa.
Poin-Poin Utama
- DPP Pengajian Al-Hidayah held a Maulid Nabi Muhammad SAW commemoration at Grha DPP Partai Golkar, Tuesday (8/9).
- The event adopted the theme 'Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Menguatkan Keluarga, Umat, dan Persatuan Bangsa.'
- Approximately 250 participants attended in person, including central and regional leaders, ormas hasta karya representatives, central religious organization delegates, and Al-Hidayah congregants.
- DPD Al-Hidayah administrators at provincial and district/city levels plus the general public joined via Zoom and YouTube.
- Hetifah Sjaifudian, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, stated that national unity must begin from the family unit.
- Hetifah identified the family as the first environment for learning love, respect, tolerance, and shared life.
- Hetifah emphasized that religious differences must not eliminate the spirit of brotherhood.
- Hetifah urged Al-Hidayah to serve as a bridge for brotherhood and unity.
- Hetifah highlighted women's strategic role in building strong families and shaping children's character.
- Napsiyah Arifuzzaman served as Chair of the Maulid Nabi Commemoration Committee.
- M. Sarmuji, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, urged participants not to view Maulid Nabi as merely ceremonial.
- Sarmuji emphasized the Prophet's humanity as the aspect closest to everyday life for emulation.
- Sarmuji noted the Prophet serves as a role model in family life, including as a husband, and in leadership contexts.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.