Erupsi Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Soetta
Hatta pada 6 September pukul 01.30–09.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik yang terdeteksi melalui paper test, berdampak pada 22.798 penumpang dengan puluhan penerbangan domestik dan internasional yang dibatalkan maupun ditunda. Meskipun demikian, 170 pesawat yang remain over night (RON) di apron dinyatakan aman, dan pemantauan terus dilakukan untuk menyesuaikan operasional penerbangan secara dinamis sesuai kondisi.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 22.798 penumpang terdampak penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
- Penutupan bandara dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi abu vulkanik di area operasional.
- Paper test pertama dilakukan pada pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB dengan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik.
- Pemantauan kedua oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta dilakukan pukul 06.05 WIB hingga 06.35 WIB.
- Hasil pemantauan kedua juga menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
- Penutupan wilayah udara berlangsung pada Minggu (6/9) pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB.
- Penutupan diperpanjang sesuai NOTAM Nomor A3344/26 sebagai pembaruan dari NOTAM sebelumnya.
- Sebanyak 170 pesawat berada di area apron saat penutupan, terdiri atas 66 di Terminal 1, 51 di Terminal 2, 49 di Terminal 3, dan empat di area kargo.
- Seluruh pesawat remain over night (RON) dikonfirmasi berada dalam kondisi aman.
- Rute domestik terdampak terbanyak adalah Makassar (UPG) dengan 16 pergerakan.
- Rute internasional terdampak terbanyak adalah Singapura (SIN) dengan 11 pergerakan.
- Penerbangan internasional mencatat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang.
- Sebanyak 16 rute internasional terdampak meliputi Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
- Penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan.
- Rute domestik terdampak meliputi Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.