Peringati 70 Tahun AFS di Indonesia, Bina Antarbudaya Bahas Peran AI
Yayasan Bina Antarbudaya menggelar Asia Pacific International Symposium secara hibrida untuk memperingati 70 tahun AFS di Indonesia dengan tema peran AI dalam pendidikan antarbudaya. Acara yang didukung Kemendikdasmen dan BRIN ini menekankan integrasi kecerdasan buatan untuk memperkuat diplomasi budaya, perdamaian dunia, dan akses pendidikan berkualitas tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan. Para pemimpin pendidikan, pembuat kebijakan, dan pakar inovasi berkomitmen memanfaatkan AI secara bijak guna mencetak pemimpin muda yang berwawasan global.
Poin-Poin Utama
- Yayasan Bina Antarbudaya memperingati 70 tahun program AFS di Indonesia melalui Asia Pacific International Symposium.
- Simposium membahas integrasi kecerdasan buatan untuk pendidikan antarbudaya, diplomasi budaya, dan perdamaian dunia.
- Simposium bertema "AI and Innovation in Intercultural Education for Global Peace and Prosperity".
- Acara berlangsung secara hibrida dengan peserta dari kalangan pemimpin pendidikan, policymaker, dan inovator.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI mendukung penyelenggaraan simposium.
- BRIN juga mendukung kegiatan melalui pendampingan riset dan perspektif inovasi.
- Sinta Kaniawati menekankan perlunya adaptasi teknologi dalam kurikulum nasional.
- Daniel Obst menilai AI dapat memperluas akses pendidikan kompetensi global bagi generasi muda.
- Tri Mumpuni menyebut budaya lokal dan kesejahteraan masyarakat sebagai landasan inovasi AI.
- Gatot Nuradi Sam menegaskan komitmen Bina Antarbudaya terhadap transformasi pendidikan antarbudaya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.