Rosan targetkan satu emas angkat besi Asian Games 2026
Nagoya 2026 di Jepang, dengan peluang tambahan perak dan perunggu. Kunci prestasi angkat besi Indonesia adalah pembinaan atlet melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara berkelanjutan sejak 2012, ditambah regenerasi sejak usia sekolah dasar lewat pertandingan rutin. Contoh keberhasilan pembinaan jangka panjang tersebut adalah Rizki Juniansyah yang masuk pelatnas usia 14 tahun dan berhasil meraih medali emas Olimpiade.
Poin-Poin Utama
- Rosan Roeslani, Ketua Umum PB PABSI, targetkan satu medali emas angkat besi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Jepang.
- PB PABSI buka peluang tambah medali perak dan perunggu dari cabang angkat besi.
- Pelatnas angkat besi Indonesia berjalan konsisten sejak 2012.
- Pembinaan lewat pelatnas hasilkan prestasi internasional, termasuk juara dunia dan medali emas Olimpiade.
- Regenerasi atlet dilakukan lewat penjaringan bibit baru mulai usia sekolah dasar (SD).
- PB PABSI gelar kompetisi minimal dua kali setahun untuk kelompok SD, SMP, hingga junior.
- Atlet hasil seleksi kompetisi masuk pelatnas untuk pembinaan jangka panjang.
- Rizki Juniansyah masuk pelatnas sejak usia 14 tahun.
- Rizki jalani pelatnas hampir tujuh tahun sebelum raih medali emas Olimpiade.
- Pernyataan Rosan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari Rabu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.