Ketua DPRD DKI Minta Tarif Ragunan Tak Perlu Naik, Ini Alasannya
Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menolak wacana kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan hingga Rp 10 ribu jika tidak dibarengi peningkatan kualitas layanan dan kreativitas pengelolaan. Ia menilai kondisi Ragunan sejak kecil hingga sekarang relatif tidak banyak berubah, sehingga kenaikan tarif tanpa pembenahan hanya akan membebani masyarakat. Suhud mendorong pengelola untuk menggandeng pihak swasta guna mengembangkan potensi area, merchandise, dan atraksi sebagai sumber pendapatan alternatif selain tiket masuk.
Poin-Poin Utama
- Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menolak wacana kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan menjadi Rp 10 ribu.
- Suhud menilai kenaikan tarif tanpa peningkatan kualitas layanan tidak layak dilakukan.
- Suhud mempertanyakan perubahan signifikan apa yang akan diperoleh masyarakat dari kenaikan tarif tersebut.
- Suhud menyatakan kondisi Ragunan relatif tidak banyak berubah sejak ia kecil hingga sekarang.
- Suhud menilai masyarakat membutuhkan tempat hiburan yang terjangkau.
- Suhud mengusulkan pengelola Ragunan tidak hanya mengandalkan pendapatan dari tiket masuk.
- Suhud menyarankan pengembangan potensi pendapatan lain seperti merchandise, atraksi, dan kegiatan tambahan.
- Suhud merekomendasikan pelibatan pihak swasta untuk mengelola area Ragunan yang belum optimal.
- Suhud mencatat luas area Ragunan mencapai ratusan hektare dan tidak seluruhnya digunakan untuk hewan.
- Suhud mencontohkan kawasan Blok M yang ramai pengunjung karena kuliner dan aktivitas tambahan.
- Suhud tidak sepenuhnya menolak kenaikan tarif selama ada peningkatan kualitas layanan dan kreativitas pengelolaan.
- Suhud meminta Pemprov DKI memastikan peningkatan kualitas sebelum menaikkan harga tiket.
- Suhud menilai kenaikan tarif, meski kecil, tetap membebani masyarakat.
- Kenaikan tarif hingga Rp 10 ribu dapat dipertimbangkan bila kualitas dan daya tarik baru sudah tersedia.
- Pernyataan disampaikan Suhud di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (9/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.