PJJ hingga Water Mist, Respons Pemprov DKI Hadapi Abu Anak Krakatau Diapresiasi
Pemprov DKI Jakarta menerapkan PJJ, operasi water mist, pembagian masker, dan pemantauan kualitas udara sebagai respons atas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai Jakarta sejak Ahad (6/9/2026). Langkah tersebut mendapat apresiasi dari DPRD DKI karena dianggap cepat dan memprioritaskan keselamatan warga, dengan PJJ diterapkan selama dua hari sebelum pembelajaran tatap muka kembali berlangsung pada Rabu (9/9). Operasi water mist juga digelar serentak di lima wilayah dengan pengerahan ratusan personel untuk menekan debu dan menjaga kualitas udara.
Poin-Poin Utama
- Gubernur DKI terapkan PJJ mulai Senin (7/9/2026) imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Kebijakan PJJ diperpanjang satu hari hingga Selasa (8/9/2026) karena abu masih terdeteksi.
- Pembelajaran tatap muka kembali berlangsung pada Rabu (9/9/2026).
- PJJ total diberlakukan selama dua hari.
- Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga.
- BMKG deteksi sebaran abu vulkanik capai sebagian Jakarta pada Ahad (6/9/2026).
- Dinas Gulkarmat operasikan 14 unit water mist di tujuh titik dengan 70 personel.
- Dinas Lingkungan Hidup kerahkan satu unit water mist mobile serta dua tangki air.
- Dinas Pertamanan dan Hutan Kota terjunkan 77 tangki air dengan 144 personel.
- Operasi water mist serentak berlangsung di lima wilayah Jakarta sejak Ahad.
- Penyemprotan dilakukan di koridor Monas, MH Thamrin-Sudirman, Yos Sudarso, Gunung Sahari, Rasuna Said, MT Haryono, Slipi, dan Tomang.
- Sekda DKI Uus Kuswanto sebut water mist bertujuan tekan debu, partikulat, dan jaga kualitas udara.
- Wakil Ketua DPRD DKI Wibi Andriano apresiasi respons cepat Pemprov DKI.
- Anggota Komisi E DPRD DKI Farah Savira dukung kebijakan PJJ sebagai antisipasi dini.
- Gubernur Pramono Anung nyatakan kondisi udara Jakarta alami perbaikan signifikan meski belum merata.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.