Wamensos Dorong Flores Timur dan Mamasa Siapkan Lahan Sekolah Rakyat
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo mendorong Pemkab Flores Timur dan Mamasa menyiapkan lahan serta sertifikat tanah untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen guna memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Bupati Flores Timur menyiapkan tanah ulayat seluas 8 hektare dengan izin suku terkait, sementara Pemkab Mamasa sedang mencari lahan pengganti karena usulan sebelumnya tidak memenuhi syarat. Agus Jabo menegaskan sertifikat tanah menjadi syarat utama agar tidak terjadi sengketa hukum dan mengajak kedua pemda berkolaborasi mengentaskan kemiskinan.
Poin-Poin Utama
- Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong Kabupaten Flores Timur dan Mamasa menyiapkan lahan Sekolah Rakyat permanen.
- Pertemuan berlangsung di Kantor Kemensos Jakarta pada Rabu (9/9).
- Sekolah Rakyat merupakan program sekolah gratis gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan.
- Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyiapkan tanah ulayat seluas 8 hektar untuk lahan Sekolah Raya.
- Pemkab Flores Timur telah mendapat izin dari suku terkait untuk pemanfaatan lahan tersebut.
- Agus Jabo meminta Pemkab Flores Timur tetap mengurus sertifikat tanah sebagai landasan hukum pembangunan.
- Kadinsos Kabupaten Mamasa Festiniwaty Paitonan turut hadir dalam audiensi tersebut.
- Agus Jabo meminta Pemkab Mamasa melengkapi sertifikat tanah atas lahan yang diusulkan.
- Pemkab Mamasa sebelumnya mengusulkan lahan ke Kemensos namun tidak memenuhi syarat.
- Pemkab Mamasa sedang menyiapkan lahan pengganti untuk Sekolah Raya.
- Sertifikat tanah merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi pemda dalam mengusulkan lahan.
- Tujuan sertifikat tanah untuk menghindari sengketa atau persoalan hukum di kemudian hari.
- Agus Jabo mengajak Pemkab Flores Timur dan Mamasa berkolaborasi menyelenggarakan Sekolah Raya.
- Kolaborasi dimaksudkan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan.
- Pertemuan audiensi digelar pada 9 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.