Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Hukum Netral

21 SPPG di Sidoarjo Diusulkan Ditutup Sementara, Tidak Punya SLHS

Rabu, 9 September 2026, 20:25 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Pemkab Sidoarjo mengusulkan penutupan sementara 21 dari 174 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), guna mencegah terulangnya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini muncul setelah 748 santri di Pesantren Mambaul Hikam mengalami keracunan, dengan 116 orang harus kembali dirawat; Pemkab juga meminta pembagian kewenangan dan pengawasan yang jelas antara BGN dan pemerintah daerah.

Poin-Poin Utama

  • Sebanyak 21 SPPG di Kabupaten Sidoarjo belum memiliki SLHS.
  • Pemkab Sidoarjo mengusulkan penutupan sementara 21 SPPG tersebut kepada BGN.
  • Sidoarjo memiliki total 174 SPPG.
  • Sebanyak 748 santri Pesantren Mambaul Hikam mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG.
  • Sidoarjo mencatat tiga kasus keracunan makanan dugaan MBG sejak program dimulai pada 2025.
  • BGN menutup sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan SLHS.
  • Wilayah 1 mencatat 351 dapur SPPG yang ditutup, Wilayah 2 sebanyak 1.417, dan Wilayah 3 sebanyak 231.
  • Sebanyak 116 santri kembali dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya dinyatakan sembuh.
  • Santri dirawat di RSUD Notopuro, RSI Siti Hajar, dan RS Pusura.
  • Gejala yang dilaporkan meliputi mual, muntah, pusing, lemas, dan diare.
  • SLHS menjadi syarat mutlak bagi operasionalisasi SPPG.
  • Kewenangan izin operasionalisasi SPPG berada di BGN, sedangkan penerbitan SLHS menjadi kewenangan daerah.
Tagar Terkait
#mbg#makan bergizi gratis#sppg#badan gizi nasional#keracunan makanan#sidoarjo#slhs#pesantren mambaul hikam
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya