Basarnas Perluas Operasi Pencarian Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak
Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda setelah melakukan perjalanan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi hari kedua dibagi menjadi empat SRU dengan dukungan sarana laut dan udara, termasuk KRI Lepu 861 dan dua RIB Basarn Lampung, dengan penyisiran dilakukan dari Dermaga Marina Lippo Carita, Banten. Sementara itu, keluarga korban, termasuk istri kapten kapal, masih menunggu kabar di daratan.
Poin-Poin Utama
- Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan penumpang kapal cepat rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda.
- Peristiwa terjadi pada Rabu (9/9/2026).
- Delapan penumpang terdiri atas lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu.
- Mereka hilang kontak setelah melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
- Operasi hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB.
- Pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
- Cakupan area pencarian diperluas pada hari kedua operasi.
- Dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas Lampung dikerahkan untuk memperkuat pencarian.
- KRI Lepu 861 dikerahkan dalam operasi pencarian.
- Tim SAR bergerak dari Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten.
- Penyisiran dilakukan di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan.
- Personel Basarnas menunjukkan rute pencarian di Pelabuhan Ciwandan.
- Basarnas Lampung menerima rencana operasi SAR dari Basarnas Banten pada Rabu dini hari.
- Keluarga korban menunggu kabar di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten.
- Janah, istri kapten kapal Warta, menunggu kepastian keberadaan suaminya di dermaga.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.