BP BUMN sebut KDMP bisa hemat subsidi hingga Rp150 triliun per tahun
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi menghemat anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran hingga sekitar Rp150 triliun per tahun melalui pemanfaatan KDMP sebagai kanal distribusi barang subsidi pemerintah hingga tingkat desa. KDMP juga direncanakan terintegrasi dengan sistem daring bersama Kemenkeu dan Kemenkop berbasis data tunggal untuk memastikan subsidi tepat sasaran, sekaligus berfungsi sebagai agen layanan perbankan dengan bunga kredit sekitar 8 persen untuk memutus ketergantungan pada rentenir. Selain itu, PT Pos Indonesia akan bermitra dengan KDMP untuk menyediakan layanan logistik dan mendukung usaha daring masyarakat desa.
Poin-Poin Utama
- BP BUMN sebut KDMP berpotensi hemat subsidi tak tepat sasaran Rp150 triliun per tahun.
- KDMP bakal jadi kanal distribusi barang subsidi sampai tingkat desa.
- Pemerintah, Kemenkeu, dan Kemenkop siapkan sistem daring berbasis data tunggal untuk penerima subsidi.
- Sistem daring rencananya terintegrasi jaringan KDMP.
- KDMP berfungsi sebagai channel distribution pemerintah di seluruh desa.
- KDMP bisa dipakai distribusi bahan pokok dengan harga tertentu saat kenaikan harga.
- KDMP bisa bantu tekan inflasi pada bahan pokok.
- KDMP jadi agen layanan perbankan bagi masyarakat desa.
- Layanan perbankan lewat KDMP mencakup penarikan dan penyetoran uang.
- KDMP bisa tekan ketergantungan ke rentenir lewat penyaluran kredit.
- PNM buka kantor di Koperasi Desa untuk salurkan kredit bunga 8 persen.
- PT Pos Indonesia kerja sama dengan KDMP untuk layanan logistik desa.
- Kerja sama Pos juga dukung kegiatan usaha daring masyarakat desa.
- KDMP berperan bukan hanya koperasi tapi juga jaringan distribusi pemerintah.
- Pernyataan Kepala BP BUMN Dony Oskaria disampai di Jakarta hari Rabu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.