Hari Olahraga Nasional di Tengah Pembinaan Minim Anggaran
Peringatan Hari Olahraga Nasional 9 September tidak diiringi pembinaan olahraga yang optimal karena eksekusi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) lemah akibat anggaran Kemenpora yang minim, sekitar Rp 4 triliun atau di bawah 1 persen APBN, jauh dibanding China yang menggelontorkan Rp 2,2 triliun khusus pembinaan sepak bola usia sekolah. Pengamat olahraga menilai selain masalah dana, sistem pembinaan atlet belum berkelanjutan dan tidak dimulai jauh-jauh hari seperti persiapan Olimpiade 2028 yang seharusnya sudah berjalan sejak Olimpiade 2024 berakhir. Solusi yang diajukan meliputi apresiasi terhadap swasta melalui insentif CSR serta pengembangan industri olahraga dengan memperbanyak pertandingan untuk membangun ekosistem, infrastruktur, dan sport science yang saat ini belum tersedia.
Poin-Poin Utama
- Hari Olahraga Nasional diperingati setiap 9 September.
- Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) eksekusinya lemah akibat keterbatasan dana.
- Pengamat olahraga Djoko Pekik Irianto dari Universitas Negeri Yogyakarta menyoroti DBON belum optimal.
- Dana pembinaan olahraga Indonesia belum mencapai 1 persen dari APBN.
- Kemenpora mendapat anggaran sekitar Rp 4 triliun pada pagu 2026.
- China mengalokasikan sekitar Rp 2,2 triliun hanya untuk pembinaan sepak bola SD dan menengah pada 2026.
- Pelatihan atlet Indonesia dinilai belum berkelanjutan.
- Djoko menyatakan persiapan Olimpiade 2028 harus sudah dimulai setelah Olimpiade 2024.
- Pengamat Anton Sanjoyo menyebut anggaran pemerintah jauh dari cukup.
- Anton mendorong pemberian insentif bagi swasta yang menginvestasikan CSR ke pembinaan olahraga.
- Pengamat Fritz Simanjuntak menilai prestasi olahraga Indonesia jalan di tempat.
- Fritz menyoroti target Asian Games 2026 hanya empat emas.
- Fritz menyayangkan minimnya infrastruktur, sport science, dan ekosistem pembinaan.
- Fritz mencontohkan tenis dengan absennya pemain baru sejak era Lita Soegiarto dan Yayuk Basuki.
- Fritz menyebut petenis Janice Tjen bukan produk pembinaan dalam negeri.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.