Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Olahraga Netral

PB Djarum Buka-bukaan Soal Krisis Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

Rabu, 9 September 2026, 22:33 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

15 dan U-17. Pelatih PB Djarum menilai masalah tidak hanya pada teknik, tetapi juga pada postur, kekuatan otot, dan kurangnya aktivitas fisik anak-anak Indonesia, yang berdampak pada gizi dan kebugaran atlet muda. Untuk menjawab tantangan ini, PB Djarum menggelar Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus pada 9-13 September dengan 1.601 peserta dari seluruh Indonesia guna memperluas basis pencarian bakat muda.

Poin-Poin Utama

  • PB Djarum menilai stok pemain muda bulu tangkis nasional mulai tertinggal dari negara Asia lain.
  • Ketertinggalan terlihat di turnamen kelompok usia tingkat Asia, menurut Koordinator Pelatih Tunggal Putra Fung Permadi.
  • Tiongkok dan Taiwan mendominasi kejuaraan Asia U-15 dan U-17.
  • Taiwan menempatkan pemain di bawah 19 tahun hingga semifinal ganda campuran International Challenge.
  • Atlet muda Indonesia kalah postur, kekuatan otot, dan tenaga dibanding pemain Asia lain.
  • Fung Permadi menyebut asupan gizi buruk dan minim aktivitas fisik jadi penyebab.
  • Anak-anak Taiwan lebih aktif bergerak seperti jalan kaki atau bersepeda ke sekolah.
  • Koordinator Pelatih Tunggal Putri Hendrawan menyoroti penggunaan gawai sebagai tantangan kebugaran.
  • Hendrawan menekankan efisiensi latihan lebih penting daripada durasi panjang.
  • Audisi Umum PB Djarum 2026 digelar sebagai perluasan basis pencarian bakat.
  • Ketua Tim Pencari Bakat Sigit Budiarto memimpin audisi tersebut.
  • Seleksi sebelumnya sudah berlangsung di Pekanbaru dan Makassar.
  • Tahap Kudus berlangsung 9-13 September 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus.
  • Sebanyak 1.601 pebulu tangkis muda dari Sumatra hingga Papua ikut audisi.
  • Peserta berasal dari kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12.
Tagar Terkait
#bulu tangkis#kudus#pb djarum#regenerasi#audisi umum pb djarum 2026#sigit budiarto#fung permadi#hendrawan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya