Prabowo Ungkit Pidato AHY soal Kekuasaan: Sistematis dan Tegas
Presiden Prabowo memuji pidato Ketum Partai Demokrat AHY sebagai sistematis dan tegas, menanggapi pandangan bahwa pidato tersebut merupakan kritik tajam. Prabowo menegaskan bahwa sebagai bangsa demokratis, dirinya berterima kasih atas kritik dan koreksi, serta menyambut baik iktikad Partai Demokrat untuk bekerja sama bagi rakyat. Sebelumnya, AHY dalam pidatonya menekankan bahwa kekuasaan bersifat sementara dan amanah rakyat, serta menyoroti pentingnya menjaga demokrasi seperti yang terjadi pada masa pemerintahan SBY.
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto mengungkit pidato Ketua Umum Partai Demokrat AHY soal kekuasaan dalam acara HUT ke-25 Partai Demokrat.
- Pidato AHY berlangsung pada 5 September 2026 di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat.
- Acara HUT ke-25 Partai Demokrat tempat Prabowo berbicara digelar pada 9 September 2026.
- Prabowo menilai pidato AHY bersifat sistematis dan tegas.
- Prabowo menyebut kritik dan koreksi wajib diterima bangsa yang memilih jalan demokrasi.
- AHY menyatakan Partai Demokrat pernah memimpin dan berada di luar pemerintahan.
- AHY merujuk pada 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan damai dan demokratis selama dua periode.
- AHY menegaskan kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya melainkan amanah rakyat berbatas waktu.
- AHY menyebut pemilu adalah milik rakyat dan tidak boleh dihalangi.
- Pidato AHY sebelumnya dinilai sejumlah kalangan sebagai kritik tajam terhadap pemerintah.
- Prabowo menyatakan Partai Demokrat berkomitmen bekerja bersama untuk rakyat.
- Partai Demokrat memperingati 25 tahun berdiri pada pidato AHY tersebut.
- AHY menyatakan tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai meski jabatan berganti.
- AHY menyoroti pergantian kekuasaan berlangsung damai setelah dua periode masa jabatan SBY.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.