Spanyol Hadapi Musim Panas Paling Mematikan Sepanjang Sejarah
Spanyol mengalami musim panas paling panas sepanjang sejarah pencatatan meteorologi sejak 1961, dengan 61 hari gelombang panas ekstrem dan suhu rata-rata 24,5°C, memecahkan rekor 41 hari pada 2022. Lonjakan suhu 2,4°C di atas rata-rata historis ini menyebabkan lebih dari 5.000 kematian terkait panas, kebakaran hutan yang menghanguskan hampir 296.000 hektar lahan, serta gangguan ekonomi dan logistik akibat kekeringan hebat. Para ilmuwan menegaskan bahwa pemanasan global akibat aktivitas manusia menjadi penyebab utama, dengan 10 musim panas terpanas dalam sejarah Spanyol seluruhnya terjadi di abad ke-21.
Poin-Poin Utama
- Spanyol mengalami musim panas terpanas sejak pencatatan meteorologi dimulai tahun 1961.
- AEMET mengonfirmasi gelombang panas terjadi selama 61 hari ekstrem antara Juni hingga Agustus.
- Rekor sebelumnya adalah 41 hari gelombang panas pada tahun 2022.
- Suhu rata-rata Spanyol mencapai 24,5°C selama periode tersebut.
- Lonjakan suhu tercatat 2,4°C lebih tinggi dari rata-rata historis 1991–2020.
- Institut Kesehatan Carlos III mencatat lebih dari 5.000 kematian akibat suhu panas ekstrem Juni–Agustus.
- El Granado mencatat suhu tertinggi tahun ini mencapai 45,7°C pada awal September.
- Kebakaran hutan menghanguskan hampir 296.000 hektar lahan.
- Kebakaran besar di barat Madrid memaksa evakuasi puluhan ribu warga.
- Kekeringan hebat menurunkan debit air sungai secara drastis.
- Penurunan debit mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi.
- 10 musim panas terpanas dalam sejarah Spanyol seluruhnya terjadi di abad ke-21.
- Ilmuwan menyebut pemanasan global akibat aktivitas manusia sebagai penyebab peningkatan gelombang panas di Eropa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.