PDIP Minta BGN Buat Mekanisme Kompensasi untuk Korban Keracunan MBG
PDIP melalui Charles Honoris meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menanggung seluruh kebutuhan medis korban keracunan MBG hingga pulih, termasuk pemeriksaan lanjutan, rehabilitasi, dan pendampingan psikologis, serta segera menyusun mekanisme kompensasi yang jelas sebagai bagian dari sistem pertanggungjawaban program. Permintaan ini muncul setelah kasus keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara, yang menyebabkan seorang siswi mengalami gangguan ingatan, sehingga Charles mendorong evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Poin-Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta BGN menanggung seluruh kebutuhan medis korban keracunan MBG hingga pulih.
- Charles mendorong BGN membuat mekanisme kompensasi jelas bagi korban keracunan MBG.
- Kompensasi diminta mencakup pemeriksaan lanjutan, pengobatan, rehabilitasi, dan pendampingan psikologis.
- Charles merupakan Ketua DPP PDIP.
- Charles menyampaikan pernyataan pada Kamis (10/9/2026).
- Kasus yang disorot terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
- Korban bernama Febiona Purba (16) mengalami keracunan MBG.
- Febiona dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah perawatan di rumah sakit.
- Febiona dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk pemeriksaan EEG.
- Informasi kondisi Febiona dikonfirmasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus.
- Zulkarnain menyampaikan konfirmasi pada Selasa (8/9).
- Charles menilai aspek keamanan pangan MBG tidak boleh dianggap persoalan biasa.
- Charles meminta evaluasi dan perbaikan sistem dilakukan menyeluruh.
- Charles meminta korban dan keluarga mendapat kepastian hak atas kompensasi.
- Charles menegaskan tanggung jawab negara tidak boleh berhenti pada pembayaran biaya rumah sakit.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.