Motor dan Mobil Nasional Jangan Gagal lagi
Komisi VII DPR meminta pemerintah mengawasi ketat pengembangan mobil nasional dan sepeda motor listrik nasional agar tidak gagal seperti program sebelumnya, dengan memastikan ekosistem industri hulu hingga hilir dibangun secara utuh. Anggota DPR menilai Indonesia terlambat merespons kendaraan nasional dibanding negara lain seperti Malaysia (Proton), Korea Selatan, Jepang, dan Vietnam. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian diminta memastikan keberlanjutan program, kesiapan roadmap, serta mengawal produksi agar kendaraan nasional mampu mengamankan pasar domestik dan menembus ekspor.
Poin-Poin Utama
- Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR bersama Kementerian Perindustrian berlangsung pada Rabu, 9 September 2026.
- Pengembangan mobil dan sepeda motor listrik nasional perlu dikawal agar program tidak berhenti.
- Ekosistem industri kendaraan listrik harus dibangun dari hulu hingga hilir.
- Mobil nasional memiliki nilai kebanggaan nasional além.
- Indonesia dinilai terlambat merespons pengembangan mobil nasional.
- Produsen otomotif yang berinvestasi di Indonesia umumnya berasal dari perusahaan asing.
- Malaysia memiliki Proton, sementara Korea Selatan dan Jepang memiliki industri otomotif global.
- Vietnam mulai mengembangkan industri otomotif nasional.
- Program mobil nasional Indonesia sebelumnya pernah gagal berlanjut.
- Pengembangan kendaraan nasional harus menjamin keberlanjutan, pasar, dan daya saing industri.
- Produksi kendaraan nasional perlu menembus pasar ekspor.
- Kementerian Per Industrian diminta menyusun roadmap kebijakan industri kendaraan listrik.
- Roadmap harus mencakup bahan baku, rangka kendaraan, tenaga kerja, teknologi, produksi, pemasaran, dan pemeliharaan.
- PT LEN Industri (Persero) dan PT Pindad (Persero) perlu dilibatkan dengan peta jalan industri hulu dan hilir yang jelas.
- Kementerian Perindustrian harus mengintegrasikan seluruh rantai industri meskipun pengembangan ditugaskan kepada institusi lain.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.