Alasan Abu Bakar Pilih Bebaskan Budak Lemah, Bukan yang Kuat
Shiddiq dikenal gemar membebaskan budak Muslim yang lemah dan tertindas menggunakan harta dan tenaganya, termasuk kisah saat ia menebus Nahdiyah dan putrinya dari majikan Bani Abd Al-Dar. Ketika ayahnya mempertanyakan pilihannya membebaskan orang lemah, bukan budak kuat, Abu Bakar menegaskan bahwa tindaknya semata demi mengharap ridha Allah SWT, bukan untuk pujian atau kehormatan dunia.
Poin-Poin Utama
- Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhu gemar membebaskan budak Muslim lemah dan tertindas.
- Ayah Abu Bakar mempertanyakan pilihannya membebaskan budak lemah, bukan yang kuat.
- Abu Bakar menegaskan tindakannya demi mengharap keridhaan Allah SWT.
- Abu Bakar mengerahkan harta dan tenaga untuk membebaskan budak.
- Nahdiyah seorang budak perempuan bersama putrinya termasuk awal masuk Islam.
- Nahdiyah dan putrinya bertugas membuat roti untuk majikan mereka.
- Majikan perempuan Nahdiyah dari Bani Abd Al-Dar bersumpah tidak akan membebaskan mereka selamanya.
- Abu Bakar menyarankan majikan tersebut menebus sumpahnya.
- Majikan menjawab Abu Bakar telah merusak keduanya dan meminta Abu Bakar yang memerdekakan.
- Abu Bakar menawar harga tebusan dan membeli keduanya.
- Abu Bakar meminta alat penumbuk tepung sebagai bagian transaksi.
- Nahdiyah meminta memanfaatkan alat itu dulu sebelum mengembalikannya.
- Abu Bakar mempersilakan mereka menggunakan alat tersebut.
- Sumber kisah: Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi dalam 150 Qshah min Hayati Abu Bakar Ash-Shiddiq.
- Abu Bakar membebaskan budak bukan untuk mencari pujian atau kehormatan, melainkan ridha Allah SWT.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.