Yang Terjadi Abad ke-18 dan 19 Masehi: Kemunduran Dunia Islam dan Runtuhnya Kekuasaan Ottoman
Ayyubi dan invasinya bangsa Tatar. Dinasti Ottoman kemudian bangkit dengan puncak kejayaan pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih yang menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M, sehingga Dinasti Utsmani menjadi pemimpin dunia Islam yang menguasai tiga benua. Kesimpulan artikel menunjukkan bahwa Dinasti Ottoman berhasil memadukan kekuatan darat-laut serta kekuasaan spiritual-politik sebelum akhirnya mengalami kemunduran di abad ke-18 dan 19 Masehi.
Poin-Poin Utama
- Dunia Islam mengalami kemunduran pascalemahnya Ottoman.
- Kelemahan umat Islam dimulai setelah wafatnya Salahuddin Al-Ayyubi.
- Bangsa Tatar menguasai sejumlah kerajaan Islam, memecah belah umat, dan menghapus peninggalan peradaban Islam.
- Bangsa Turki Ottoman bangkit dan menggantikan peran tersebut.
- Puncak kejayaan Ottoman terjadi pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih.
- Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium, ditaklukkan pada tahun 857 H/1453 M.
- Penaklukan Konstantinopel mengembalikan kewibawaan dan kekuatan umat Islam.
- Dinasti Ottoman tampil sebagai pemimpin dunia Islam.
- Negara Utsmani menguasai wilayah di tiga benua: Eropa, Afrika, dan Asia.
- Pasukan Utsmani bergerak ke Eropa hingga mencapai tembok Kota Wina.
- Utsmani menjadi penguasa Laut Mediterania tanpa tandingan yang berarti.
- Dinasti Ottoman memadukan kekuatan darat dan laut.
- Dinasti Ottoman memadukan kekuasaan spiritual dan politik.
- Masyarakat Ottoman memiliki semangat jihad yang tinggi dan orientasi keagamaan kuat.
- Para pemimpin Ottoman menyebarkan Islam ke wilayah yang ditaklukkan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.