Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Budaya Positif

Kolaborasi Museum dengan Kedai Kopi Tingkatkan Atensi

Kamis, 10 September 2026, 08:24 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Sejumlah museum bertema militer di Yogyakarta, seperti Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Museum Dharma Wiratama, berkolaborasi dengan pelaku usaha kedai kopi untuk menarik minat generasi muda dengan menyajikan kopi di kompleks museum. Pengunjung dapat menikmati minuman sambil melihat koleksi museum, dengan paket tiket masuk plus makanan ringan serta potongan harga sebagai daya tarik. Upaya serupa juga telah dilakukan Museum Benteng Vredeburg melalui revitalisasi menjadi museum interaktif dan modern sejak pertengahan 2024.

Poin-Poin Utama

  • Museum-museum bertema militer di Yogyakarta berkolaborasi dengan kedai kopi untuk menarik minat generasi muda.
  • Kafe Nyante berlokasi di dalam kompleks Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta.
  • Barista Kafe Nyante bernama Fajar, berasal dari Malang, dan bekerja seorang diri.
  • Kafe Nyante telah beroperasi sekitar satu bulan terakhir, sebelumnya bernama Kedai Kopi Museum.
  • Pengunjung Kafe Nyante dari anak muda umumnya datang sore hari, wisatawan datang siang hari.
  • Museum Sasmitaloka dahulunya bekas kediaman Wijnchenk, pejabat keuangan Pura Pakualaman masa Paku Alam VIII.
  • Museum Sasmitaloka digunakan sebagai markas militer pada Agresi Belanda II.
  • Museum Sasmitaloka resmi berfungsi sebagai museum sejak 30 Agustus 1982.
  • Kompleks Museum Sasmitaloka dibangun pada 1890 dan menjadi tempat tinggal Jenderal Sudirman pada 1945–1948.
  • Kafe di museum menyediakan paket minuman kopi, makanan ringan, dan tiket masuk museum dengan potongan harga.
  • Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama berkolaborasi dengan Baree Street Coffee yang buka pada sore hari, berlokasi di Perempatan Gramedia.
  • Museum Benteng Vredeburg direvitalisasi pada pertengahan 2024 oleh Indonesian Heritage Agency.
  • Museum Benteng Vredeburg dibangun pada 1760 dan diresmikan tahun 1787 dengan nama "Rustenburgh".
  • Nama "Vredeburg" mulai digunakan pada tahun 1867 setelah pemugaran pascagempa bumi.
  • Museum Benteng Vredeburg dikunjungi lebih dari setengah juta wisatawan per tahun.
Tagar Terkait
#pariwisata#yogyakarta#generasi muda#museum#kedai kopi#museum sasmitaloka#jenderal sudirman#museum benteng vredeburg#museum dharma wiratama
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya