Airlangga Pribadi Kusman dan Utang yang Tak Terlunasi
Airlangga Pribadi Kusman, dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga dan doktor lulusan Murdoch University, wafat pada hari Rabu karena tekanan darah tinggi di RSPAD. Ia dikenal sebagai pengarang buku Merahnya Ajajaran Bung Karno serta penulis bersama buku Marhaenisme dan biografi Puan Maharani. Penulis mengenang interaksi singkat mereka, termasuk utang yang belum terlunasi: membaca dan mengulas buku setebal 500 halaman karya Airlangga yang sempat raib dari meja kerja.
Poin-Poin Utama
- Airlangga Pribadi Kusman died on Wednesday at RSPAD at 13:35 from high blood pressure reaching 240.
- He was a lecturer in Political Science at Universitas Airlangga, Surabaya.
- He held a doctorate in Political Science from Murdoch University, Australia, completed in 2016.
- He co-authored the book Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z with Rocky Gerung, scheduled for discussion at UIN Ciputat campus.
- He authored Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan Ala Indonesia, a book of approximately 500 pages.
- The book Merahnya Ajaran Bung Karno featured a preface by Fachry Ali and PDI Perjuangan Chair Megawati Soekarnoputri.
- He was a former student of Suradi at SMAN 8 Jakarta during 1992-1994.
- He co-wrote the biography Puan Maharani Digembleng oleh Keadaan with Yohan Wahyu.
- His last interaction with the author occurred on 2 February 2026, regarding an open letter to PBNU Chair Yahya C. Staquf about President Donald Trump's Board of Peace.
- His article titled 'PDI Perjuangan dan Pertaruhan Ideologis di Era Pragmatisme' was published on Sunday, 25 January 2026.
- Puan Maharani served as Coordinating Minister for Human Development and Cultural Affairs (Menko PMK) from 2014 to 2019.
- Puan Maharani's full name is Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, daughter of Megawati Soekarnoputri and the late Taufiq Kiemas.
- The author interviewed Puan Maharani on 7 August 2019 at the detik.com newsroom.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.