Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi-syariah Netral

BPJPH Ungkap Kesiapan Wajib Halal Sektor Hulu, Banyak yang Belum Siap?

Kamis, 10 September 2026, 12:10 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

BPJPH menyoroti kesiapan sektor hulu, termasuk RPH/RPU, industri pengolahan, dan UMK, menjelang Wajib Halal Oktober 2026, dengan fokus pada sertifikasi, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha. Deputi BPJPH menekankan pentingnya penyelarasan data antarkementerian/lembaga untuk memetakan daerah yang memerlukan percepatan pemenuhan sertifikasi halal. Sebelumnya, BPJPH bersama sejumlah kementerian/lembaga terkait dan KNEKS telah melakukan rapat koordinasi guna memastikan konsolidasi implementasi Wajib Halal berjalan satu arah.

Poin-Poin Utama

  • BPJPH menyoroti kesiapan sektor hulu seperti RPH/RPU menjelang Wajib Halal Oktober 2026.
  • Deputi Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH bernama EA Chuzaemi Abidin.
  • Pernyataan disampaikan di Jakarta pada Kamis, 10 September 2026.
  • BPJPH menyiapkan pengawasan Jaminan Produk Halal untuk implementasi Wajib Halal.
  • BPJPH juga memberikan pembinaan kepada pelaku usaha.
  • Penyelarasan data antar kementerian/lembaga diperlukan untuk pemetaan daerah prioritas.
  • Rapat koordinasi Wajib Halal telah dilakukan BPJPH sebelumnya.
  • Kantor Staf Presiden (KSP) terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian Koordinator Bidang PMK terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian UMKM terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian Pertanian (Kementan) terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terlibat dalam rapat koordinasi.
  • Kementerian Perdagangan (Kemendag) terlibat dalam rapat koordinasi.
Tagar Terkait
#umkm#bpjph#sertifikasi halal#jaminan produk halal#wajib halal#sektor hulu#umk#industri halal
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya