Penerbangan Berangsur Pulih, Bandara Kembali Layani Ratusan Ribu Penumpang
Delapan bandara yang sempat terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026) dan operasionalisasi penerbangan mulai berangsur normal, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dengan estimasi 131.495 penumpang. Kemenhub bersama PVMBG, BMKG, AirNav, operator bandara, dan maskapai terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III (Siaga) untuk memastikan keselamatan penerbangan. Ketua Apjapi Alvin Lie menilai efektivitas komunikasi Kemenhub, bandara, dan maskapai kepada penumpang masih rendah sehingga perlu perbaikan.
Poin-Poin Utama
- Penerbangan dan operasionalisasi delapan bandara berangsur normal sejak dibuka pada Selasa (8/9/2026).
- Bandara Soekarno-Hatta menjadwalkan 966 penerbangan dengan estimasi 131.495 penumpang pada Rabu (9/9/2026).
- Penerbangan di Soekarno-Hatta pada Selasa (8/9/2026) mencapai 875, terdiri dari 436 keberangkatan dan 439 kedatangan.
- Pada Rabu (9/9/2026), Bandara Soekarno-Hatta melayani 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.
- Delapan bandara terdampak erupsi meliputi Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, Radin Inten II, dan Atung Bungsu.
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan seluruh bandara yang terdampak telah kembali dibuka dan operasional berjalan normal.
- Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu pukul 00.47 WIB.
- Status Gunung Anak Krakatau bertahan pada Level III (Siaga) berdasarkan PVMBG.
- BMKG melaporkan abu vulkanik tidak berdampak pada operasionalisasi penerbangan di wilayah sekitar Anak Krakatau.
- Kemenhub memantau ruang udara bersama PVMBG, BMKG, AirNav Indonesia, operator bandara, dan maskapai penerbangan.
- Ketua Apjapi Alvin Lie menilai efektivitas komunikasi Kemenhub, bandara, dan maskapai penerbangan masih rendah.
- Singapore Airlines mengumumkan pembatalan semua penerbangan dari dan ke Jakarta pada Minggu (6/9/2026).
- Singapore Airlines memperbarui informasi kepada pelanggan melalui email, WhatsApp, dan telepon satu per satu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.