Norwegia Beri Penghormatan Terakhir kepada Raja Harald V
Norwegia menggelar pemakaman Raja Harald V pada Rabu (09/09) di Katedral Lutheran Oslo, diakhiri dengan pemakaman tertutup di kapel Istana Kerajaan setelah 13 hari masa berkabung. Selama 35 tahun bertakhta, Harald memodernisasi monarki dan menurunkan takhta kepada putranya Raja Haakon VIII setelah wafat, meninggalkan kesan mendalam bagi rakyat yang memberikan penghormatan lewat antrean tujuh jam dan lebih dari 46.000 pelayat. Upacara tersebut dihadiri oleh berbagai kepala negara dan keluarga kerajaan Eropa, termasuk dari Inggris, Jepang, Spanyol, Denmark, dan Swedia.
Poin-Poin Utama
- Norwegia menggelar pemakaman Raja Harald V pada Rabu (09/09) di Katedral Lutheran Oslo.
- Salvo penghormatan 21 tembakan terdengar saat peti jenazah meninggalkan istana kerajaan.
- Kawasan pusat kota Oslo ditutup untuk kendaraan dan skoter listrik selama prosesi.
- Polisi mengimbau warga tidak membawa sepeda, payung, atau benda tajam.
- Norwegia mengheningkan cipta selama satu menit menandai dimulainya upacara pemakaman.
- Masa berkabung nasional berlangsung selama 13 hari sebelum pemakaman.
- Raja Harald V bertakhta selama 35 tahun.
- Raja Harald V wafat dan takhta diwariskan kepada putranya, Raja Haakon VIII.
- Populasi Norwegia sekitar 5,6 juta jiwa.
- Puluhan gereja, perpustakaan, pusat kebudayaan, dan balai kota menyediakan layar besar untuk menonton pemakaman.
- Lebih dari 46.000 orang mengunjungi kapel Istana Kerajaan selama sepekan persemayaman.
- Antrean penghormatan di kapel sempat mencapai tujuh jam pada akhir pekan.
- Pemakaman dihadiri kepala negara dan kerajaan dari Inggris, Jepang, Spanyol, Denmark, Swedia, Ukraina, dan Jerman.
- Bendera di gedung pemerintahan Berlin dikibarkan setengah tiang mengenang Harald.
- Norwegia mempertahankan sistem monarki sejak referendum 1905 dengan dukungan sekitar tiga perempat pemilih.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.