Kapolda Banten Pastikan Pelampung Temuan Kedua bukan Milik Kapal Pembawa Jurnalis
Kapolda Banten Joko Hortono memastikan pelampung kedua yang ditemukan tim KAL Anyer bukan milik kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, setelah dilakukan interogasi terhadap pemilik kapal Sandi Wiyasa. Operasi SAR hari kelima, Sabtu (12/9), menambah armada menjadi 14 kapal untuk menyisir enam sektor dengan cakupan area pencarian seluas 4.512 nautical mile, mencakup perairan Lampung, Bengkulu, hingga Ujung Kulon.
Poin-Poin Utama
- Kapolda Banten Joko Hortono mengonfirmasi pelampung temuan kedua bukan milik kapal Arupadhatu 1.
- Penemuan pelampung dilakukan oleh KAL Anyer dalam operasi pencarian.
- Hasil interogasi terhadap pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, memperkuat kesimpulan tersebut.
- Laporan dari Kasubdit Gakkum Ditpolairud juga mendukung kesimpulan itu.
- Penemuan pertama berupa satu life jacket juga telah dikonfirmasi bukan milik Arupadhatu 1.
- Lima jurnalis dan tiga awak kapal dinyatakan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).
- Operasi SAR hari kelima berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026.
- KP Sanjaya bertolak dari Pantai Cilandak pukul 07.30 WIB.
- Estimasi jarak tempuh KP Sanjaya adalah 80 mil pulang-pergi.
- Kecepatan kapal diperkirakan 10 knot dengan durasi pelayaran sekitar delapan jam.
- Cakupan area pencarian hari kelima diperluas menjadi 4.512 nautical mile.
- Jumlah armada kapal pencari ditambah dari 13 menjadi 14 kapal.
- Ke-14 kapal disebar ke dalam enam sektor penanganan.
- Fokus pencarian meliputi perairan Lampung, Bengkulu, hingga Ujung Kulon.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.