Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Hukum Netral

Tabrak Belakang Kembali Terulang, 4 Tewas dan 7 Luka di Tol Jombang

Sabtu, 12 September 2026, 10:03 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Mojokerto, Jumat (11/9/2026) malam, menewaskan empat penumpang dan tujuh luka, diduga akibat pengemudi Hiace mengantuk sehingga kendaraan oleng menabrak bagian belakang truk. Kecelakaan tabrak belakang di ruas tol serupa juga terjadi di Tol Jagorawi pada Agustus dan Tol Pandaan-Malang pada Juli 2026, yang keduanya juga disebabkan hilangnya konsentrasi pengemudi. Pakar transportasi Djoko Setijowarno menjelaskan, microsleep atau kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan tol karena pada kecepatan 80-100 km/jam, hilangnya konsentrasi tiga detik saja berarti kendaraan melaju tanpa kendali sejauh hampir 80 meter.

Poin-Poin Utama

  • Tabrakan minibus Toyota Hiace dan truk di Tol Jombang-Mojokerto menewaskan empat orang dan melukai tujuh orang.
  • Kecelakaan terjadi pada 11 September 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di Kilometer 687+200 jalur B, Kabupaten Jombang.
  • Toyota Hiace bernomor polisi H 7497 OQ mengangkut 11 orang dari arah Surabaya menuju Surakarta.
  • Pengemudi Hiace diduga mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menabrak truk bermuatan gipsum.
  • Keempat korban meninggal adalah Kukuh Bimbing (22), Dwi Raharjanto (49), Tedi Anggoro (28), dan Prawoto (55).
  • Tujuh korban luka terdiri dari pengemudi Eko Budianto Setiawan (38) dan enam penumpang.
  • Kecelakaan serupa di Tol Jagorawi Km 1.400 A pada 21 Agustus 2026 menyebabkan dua orang tewas.
  • Tabrakan di Tol Pandaan-Malang Km 72 B pada 16 Juli 2026 menewaskan lima orang dan melukai empat orang.
  • Pengemudi Honda CRV di Tol Pandaan-Malang diduga kuat kehilangan konsentrasi akibat microsleep.
  • Kecelakaan Pandaan-Malang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat kendaraan pulang dari liburan di Malang Raya.
  • Pakar transportasi Djoko Setijowarno menyebut kelelahan dan microsleep sebagai penyebab utama kecelakaan di Indonesia.
  • Kendaraan di jalan tol bergerak 22-27 meter per detik pada kecepatan normal 80-100 kilometer per jam.
  • Microsleep selama 3 detik pada kecepatan tol membuat kendaraan melaju tanpa kendali sejauh hampir 80 meter.
  • Batas kecepatan di Tol Pandaan-Malang adalah 60-80 km/jam karena kontur medan yang naik turun.
  • Djoko Setijowarno menyatakan penurunan konsentrasi sedikit pada kecepatan tinggi jauh lebih fatal dibanding di jalan arteri kota.
Tagar Terkait
#microsleep#jombang#kecelakaan tol#tabrak belakang#kelelahan pengemudi#keamanan jalan tol#etle
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya