Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Tekno Netral

AI Tingkatkan Efisiensi Kerja Tenaga Kesehatan

Selasa, 15 September 2026, 15:08 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Survei Future Health Index 2026 menunjukkan 69 persen tenaga kesehatan Indonesia menilai AI membantu melayani lebih banyak pasien, dengan peningkatan efisiensi alur kerja mencapai 88 persen dan penambahan median empat pasien per minggu. Meskipun pemanfaatan AI meningkat, tenaga kesehatan tetap menganggap keterlibatan manusia sangat penting, dengan 94 persen responden menilai peran manusia tetap krusial dalam pengambilan keputusan dan 90 persen mengatakan AI tidak akan menggantikan hubungan dengan pasien. Tantangan yang masih dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan AI, kurangnya pemantauan penggunaan, dan masih banyaknya tenaga kesehatan yang menggunakan alat AI pribadi karena perangkat institusi belum memadai.

Poin-Poin Utama

  • Enam puluh sembilan persen tenaga kesehatan di Indonesia menilai alat berbasis AI membantu mereka melayani lebih banyak pasien.
  • Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 50 persen.
  • Delapan puluh delapan persen tenaga kesehatan melaporkan peningkatan efisiensi alur kerja setelah menggunakan AI.
  • Delapan puluh tujuh persen responden mengatakan AI mempercepat akses terhadap hasil diagnosis.
  • Delapan puluh dua persen menilai AI mempercepat pengambilan keputusan terkait diagnosis.
  • Tujuh puluh lima persen responden menyebut AI mempermudah akses terhadap data pasien yang terintegrasi lintas tim medis.
  • Tenaga kesehatan yang merasakan peningkatan kapasitas menerima tambahan empat pasien per minggu secara median.
  • Lima puluh sembilan persen tenaga kesehatan melaporkan penghematan waktu sedikitnya 88 jam per tahun.
  • Enam puluh tiga persen tenaga kesehatan mengatakan penggunaan AI di institusinya bertambah dalam setahun terakhir.
  • Lima puluh delapan persen mengaku menggunakan alat AI pribadi ketika perangkat di tempat kerja tidak memenuhi kebutuhan.
  • Lima puluh lima persen responden mengatakan pelatihan AI sulit diperoleh, terbatas, atau belum merata.
  • Enam puluh dua persen tenaga kesehatan menyebut belum ada proses yang jelas untuk memantau alat berbasis AI di institusi mereka.
  • Sembilan puluh empat persen responden menilai keterlibatan manusia tetap sangat penting dalam layanan kesehatan.
  • Sembilan puluh satu persen mengatakan hasil AI perlu berada di bawah pengawasan manusia.
  • Sembilan puluh persen responden yakin AI tidak akan menggantikan hubungan yang dibangun dengan pasien.
Tagar Terkait
#tenaga kesehatan#philips#pelatihan ai
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya