Politik Netral
RUU Reforma Agraria Masuk Babak Krusial, DIM Pemerintah Disorot
Poin-Poin Utama
- Pembahasan RU UU Pengaturan Reforma Agraria memasuki babak krusial setelah pemerintah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah kepada Badan Legislasi DPR RI.
- Pemerintah menyerahkan 598 DIM dalam pembahasan UU tersebut.
- Sebanyak 297 DIM berisi usulan penghapusan terhadap rumusan yang sebelumnya disusun DPR.
- Sekitar 49,7 persen draf inisiatif DPR ditolak atau hendak dipangkas pemerintah.
- Baleg menyetujui rancangan tersebut pada 8 September 2026.
- Seluruh fraksi memberikan persetujuan agar pembahasan dilanjutkan.
- Pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional menjadi salah satu substansi penting yang ditawarkan DPR.
- Badan Reforma Agraria Nasional diarahkan berada langsung di bawah Presiden.
- Baleg berpendapat kelembagaan baru diperlukan karena penyelesaian konflik agraria tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.
- Konstruksi yang dibahas menempatkan gubernur sebagai kepala BRAN pada tingkat provinsi.
- Perdebatan terpenting adalah bentuk kelembagaan reforma agraria.
- DPR menghendaki BRAN memiliki kewenangan lintas kementerian dalam menyelesaikan konflik.
- DPR mengusulkan mekanisme agar tanah berkonflik dapat dilepaskan menjadi objek reforma agraria tanpa menyeret pejabat pada persoalan kerugian negara.
- Sebagian konflik agraria terjadi di wilayah yang bertumpang tindih dengan aset BUMN, perkebunan negara, dan kawasan kehutanan.
- Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menyerahkan DIM dalam rapat pembahasan tingkat I di DPR.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di RepublikaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.