Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Politik Netral

Akademisi Sorot Langkah Cepat Pemerintah Respons Kasus MBG di Karo

Rabu, 16 September 2026, 02:03 WIB Sumber: CNN Dibaca 1 kali
Ukuran:

Akademisi USU Wahyu Ario Pratomo menyoroti langkah cepat pemerintah menangani kasus keracunan massal Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, termasuk kunjungan Wapres Gibran dan rujukan korban ke RSCM Jakarta. Ia menilai langkah tersebut tepat karena korban membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan berkapasitas lebih tinggi, serta menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rantai penyediaan makanan MBG untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Poin-Poin Utama

  • Wahyu Ario Pratomo adalah akademisi Universitas Sumatera Utara.
  • Ia menyoroti respons cepat pemerintah terhadap kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo.
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung ke Karo.
  • Korban keracunan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta.
  • Sebanyak 353 pelajar di Kabupaten Karo mengalami keracunan pada 13 Agustus 2026.
  • Gejala keracunan muncul beberapa jam setelah pelajar mengonsumsi makanan MBG.
  • Febiona mengalami gangguan ingatan dan kejang-kejang.
  • Agnesia mengalami masalah pada bagian ginjal.
  • Wahyu menilai rujukan korban ke Jakarta sebagai langkah respons yang tepat.
  • Fasilitasi rujukan bertujuan memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap.
  • Langkah tersebut untuk memastikan kualitas pelayanan tidak bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga.
  • Negara harus memastikan korban memperoleh pemeriksaan, terapi, observasi, dan tindak lanjut.
  • Penanganan individual harus berjalan bersama evaluasi penyelenggaraan MBG.
  • Pemerintah perlu menelusuri seluruh rantai penyediaan makanan MBG.
  • Evaluasi diperlukan untuk mengetahui letak kegagalan dan menentukan perbaikan.
Tagar Terkait
#mbg#keracunan makanan#gibran rakabuming raka#karo#pemerintah#rscm#usu
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.

Buka Sumber di CNN

Warta Terkini Lainnya