Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Berpotensi Tekan Emisi
Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran di Jawa Tengah dinilai berpotensi mendukung pengurangan emisi sektor ketenagalistrikan dan memperkuat pemanfaatan energi rendah karbon. Pembangkit listrik tenaga panas bumi menghasilkan emisi gas rumah kaca sangat rendah dibandingkan pembangkit berbasis fosil. Fluida panas bumi yang telah digunakan akan direinjeksikan kembali ke reservoir untuk mengurangi pembuangan limbah berbahaya.
Poin-Poin Utama
- Pengembangan panas bumi dilakukan di Gunung Ungaran, Jawa Tengah.
- Proyek ini berpotensi mendukung pengurangan emisi sektor ketenagalistrikan.
- Pengembangan panas bumi memperkuat pemanfaatan energi rendah karbon.
- Pembangkit panas bumi menghasilkan emisi GRK sangat rendah dibanding pembangkit fosil.
- Emisi yang dihasilkan berupa CO2, SOx, NOx, dan partikulat.
- Panas bumi memanfaatkan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik.
- Karakteristik sumber panas dan teknologi menentukan kinerja serta tingkat emisi.
- Guru Besar Fisika FSM Undip Eng. Agus Setyawan memberikan pandangan mengenai panas bumi.
- Agus memiliki keilmuan di bidang fisika, khususnya geofisika dan geotermal.
- Panas bumi dapat memperkuat keragaman sumber listrik nasional.
- Kebutuhan energi tidak hanya bergantung pada satu jenis pembangkit.
- Fluida panas bumi dari reservoir dapat membawa gas CO2 dan H2S.
- Jumlah emisi berbeda-beda tergantung karakteristik fluida dan teknologi.
- Fluida bekas uso direinjeksikan kembali ke reservoir setelah pembangkitan.
- Reinjeksi fluida mengurangi pembuangan limbah berbahaya yang merusak ekosistem.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.