Layani 1,5 Juta Perjalanan Sehari, Transjakarta Kebut Elektrifikasi Armada
rata 1,5 juta perjalanan pelanggan setiap hari dengan total 251,7 juta penumpang Januari-Juli 2026, naik 10,97 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Untuk mengimbangi pertumbuhan penumpang sekaligus menekan emisi, Transjakarta mempercepat elektrifikasi armada—bus listrik sudah mencapai 500 unit, dengan target 50 persen armada terelektrifikasi pada 2027 dan seluruhnya listrik pada 2030. Elektrifikasi ini dilengkapi integrasi antarmoda seperti Mikrotrans, MRT, dan LRT agar masyarakat mudah beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Poin-Poin Utama
- Transjakarta melayani rata-rata 1,5 juta perjalanan pelanggan setiap hari.
- Jumlah penumpang Transjakarta Januari-Juli 2026 mencapai 251.777.955 orang.
- Penumpang naik 10,97 persen dibandingkan periode sama tahun 2025.
- Data penumpang bersumber dari Badan Pusat Statistik Jakarta per 1 September 2026.
- Total armada PT Transportasi Jakarta pada Juli 2026 mencapai 4.701 unit.
- Armada naik 1,75 persen dari 4.620 unit pada Juni 2026.
- Jumlah bus listrik Transjakarta saat ini mencapai 500 unit.
- Bus listrik tercatat 100 unit pada 2023 dan 300 unit pada 2024.
- Transjakarta menargetkan 50 persen armadanya terelektrifikasi pada 2027.
- Seluruh armada ditargetkan menggunakan listrik pada 2030.
- Strategi elektrifikasi mencakup pengadaan bus baru, peremajaan, dan retrofit.
- WRI Indonesia menyebut bus listrik berpotensi mengurangi emisi hingga 99,9 persen dibanding mobil bensin.
- Jaringan Transjakarta menjangkau sekitar 92 persen wilayah Jakarta.
- Tersedia 240 rute yang mencakup BRT, feeder, Mikrotrans, Transjabodetabek, Royaltrans, dan layanan lainnya.
- Transjakarta terintegrasi dengan MRT Jakarta di Bundaran HI, ASEAN, Lebak Bulus, dan LRT Jabodebek di Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Cawang, Ciliwung, Kuningan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.