Membaca Retaknya Hubungan Aljazair dan UEA
Aljazair memutus hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab pada 10 September 2026 setelah akumulasi ketegangan yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir, yang meliputi perselisihan terkait Sahara Barat, kerja sama UEA dengan Maroko dan Israel, serta dinamika Libya dan Sahel. Perubahan retorika Presiden Abdelmadjid Tebboune yang semakin tajam terhadap Abu Dhabi menandakan pergeseran cara pandang Aljazair dari perbedaan kebijakan luar negeri menjadi persoalan keamanan nasional, sehingga ruang kompromi diplomatik menyempit secara signifikan.
Poin-Poin Utama
- Aljazair memutus hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab pada 10 September 2026.
- Hubungan kedua negara telah berlangsung lebih dari lima dekade.
- Aljazair menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat sipil dan militer yang terdaftar di UEA.
- Penerbangan komersial dari dan menuju Bandara Aljir masih diizinkan hingga akhir 2026.
- Kementerian Luar Negeri Aljazair menyatakan berbagai upaya mempertahankan hubungan bilateral tidak membuahkan hasil.
- Aljazair menduga UEA melakukan tindakan provokatif dan bermusuhan.
- Abu Dhabi telah berulang kali menerima peringatan mengenai konsekuensi kebijakannya.
- Tidak ada peristiwa spesifik yang diidentifikasi sebagai pemicu terakhir keretakan hubungan.
- Perselisihan kedua negara meliputi empat arena utama, yaitu Sahara Barat, hubungan Maroko dengan Israel, konflik Libya, dan dinamika Sahel.
- Presiden Abdelmadjid Tebboune meningkatkan retorika kritik terhadap Abu Dhabi dari waktu ke waktu.
- Dalam wawancara televisi pada Juli 2026, Tebboune menyatakan di mana pun UEA menginjakkan kaki, darah mengalir.
- Tebboune meminta Abu Dhabi menjauh dari lingkungan strategis Aljazair.
- UEA membuka konsulat di Laayoune pada 2020.
- Laayoune berada di wilayah Sahara Barat yang diklaim Maroko.
- Maroko menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.