Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Rupiah Tertekan ke Rp17.758, Perang Timur Tengah hingga The Fed Bayangi Pasar

Jumat, 18 September 2026, 17:14 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Rupiah melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Jumat, dipengaruhi sentimen eksternal dari ketegangan geopolitik Timur Tengah, kebijakan suku bunga The Fed, serta risiko inflasi domestik. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menambah risiko terhadap pasokan minyak dunia, sementara The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.

Poin-Poin Utama

  • Rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
  • Pelemahan rupiah didorong sentimen eksternal berupa ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan rupiah.
  • Pasar mencermati kemungkinan Arab Saudi memulihkan aliran minyak melalui pipa Timur-Barat.
  • Pipa minyak Arab Saudi mengalami kerusakan akibat serangan pesawat nirawak.
  • Pertempuran baru antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman menambah risiko pasokan minyak dunia.
  • Konflik sebelumnya telah mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
  • Iran melaporkan serangan terhadap kapal tanker berbendera Togo di Selat Hormuz.
  • Kapal tanker tersebut dituduh melakukan pelayaran ilegal di Selat Hormuz.
  • Presiden Donald Trump mempertimbangkan keputusan aksi militer terhadap Iran.
  • China mendorong Washington dan Teheran menahan diri serta membuka kembali Selat Hormuz.
  • The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.
  • Pejabat The Fed bersikap hawkish dengan memandang inflasi masih terlalu tinggi.
  • Sikap hawkish The Fed berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga global.
  • Kondisi fiskal dan risiko inflasi domestik menjadi perhatian pasar.
Tagar Terkait
#timur tengah#geopolitik#rupiah#the fed#dolar as#suku bunga#nilai tukar
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya