Duterte Bikin Pangling saat Diadili di Kasus Kejahatan Kemanusiaan
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte hadir langsung dalam persidangan di Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda, untuk menghadapi dakwaan terkait perang melawan narkoba yang dituduh menyebabkan puluhan ribu pengedar dan pengguna narkoba dieksekusi tanpa proses hukum. Sidang ini membahas kondisi kesehatan Duterte yang terus memburuk, di mana tim pengacaranya berargumen bahwa Duterte mengalami gangguan ingatan signifikan sehingga tidak mampu memahami kasusnya, sementara jaksa penuntut ICC berargumen bahwa Duterte masih layak menjalani persidangan. Sidang perdana dalam kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 30 November mendatang.
Poin-Poin Utama
- Rodrigo Duterte hadir di sidang ICC di Den Haag pada 17 September.
- Duterte dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam perang narkoba.
- Duterte berusia 81 tahun saat menghadiri persidangan.
- Duterte mengenakan setelan jas gelap dan kemeja putih.
- Ini penampilan langsung pertama Duterte sejak ditangkap di Manila 18 bulan lalu.
- Duterte tidak menyampaikan pernyataan selama persidangan.
- Duterte ditahan di Den Haag sejak Maret 2025.
- Duterte mengalami gangguan ingatan signifikan.
- Duterte mengira dirinya hidup di tahun 2007 atau 2008.
- Duterte merasa berusia 84 atau 85 tahun.
- Duterte tidak dapat mengingat nama Presiden Amerika Serikat.
- Tim pengacara berargumen kondisi Duterte tidak layak menjalani persidangan.
- Jaksa ICC berargumen Duterte mampu memahami dakwaan dan berpartisipasi.
- Sidang pemeriksaan status dilakukan setelah kondisi kesehatan Duterte memburuk.
- Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 30 November.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.