Berita Internasional yang Menarik Perhatian Pembaca detikcom, 18 September 2026
tanda Hamas bersedia melucuti senjata, dan Filipina menuduh kapal Penjaga Pantai China menabrak kapal perikanannya di dekat Kepulauan Spratly, Laut China Selatan. Amerika Serikat juga menyetujui penjualan 48 unit jet tempur F-35 senilai US$ 24,3 miliar kepada Arab Saudi, yang menimbulkan kekhawatiran dari Israel sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang selama ini mengoperasikan jet siluman tersebut.
Poin-Poin Utama
- Delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB akan dibatasi pergerakannya dan dilarang berbelanja di New York.
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian termasuk dalam delegasi yang diizinkan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
- Sidang Majelis Umum PBB akan diselenggarakan di New York pada September 2026.
- IRGC Iran mengklaim telah menargetkan kapal tanker minyak berbendera Togo di Selat Hormuz.
- IRGC menuduh kapal tanker minyak Togo melakukan pelayaran ilegal di Selat Hormuz.
- Perang antara Iran dan Amerika Serikat telah berdampak pada Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026.
- Teheran memblokade Selat Hormuz dari seluruh aktivitas pelayaran dan berencana memungut biaya transit.
- Militer Israel mempersiapkan serangan darat terbaru di Jalur Gaza.
- Serangan darat Israel itu dilakukan karena tidak ada tanda-tanda Hamas bersedia melucuti senjatanya.
- Filipina menuduh kapal Penjaga Pantai China menabrak kapal perikanannya di Laut China Selatan pada 18 September 2026.
- Insiden antara Filipina dan China terjadi di dekat Kepulauan Spratly yang menjadi kawasan sengketa.
- Amerika Serikat menyetujui penjualan 48 unit jet tempur F-35 kepada Arab Saudi.
- Nilai penjualan jet F-35 kepada Arab Saudi mencapai US$ 24,3 miliar atau setara Rp 431,3 triliun.
- Arab Saudi telah sejak lama berupaya membeli jet tempur siluman F-35 buatan AS.
- Israel menyatakan kekhawatiran atas penjualan jet F-35 kepada Arab Saudi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.