Prabowo Buka Kans Rombak Kabinet, NasDem Merasa Tak Berhak Ikutan
menerus dan perlunya menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Partai NasDem melalui Sekjen Hermawi Taslim menyatakan tidak berhak ikut dalam kabinet karena merasa tidak berkeringat dalam proses pilpres hingga terpilihnya Prabowo, dan ingin memberi pelajaran moral etika kepada publik bahwa NasDem bukan sekadar mengejar kekuasaan.
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto tidak menutup peluang melakukan reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya.
- Sekjen NasDem Hermawi Taslim menyatakan reshuffle kabinet adalah kewenangan tunggal Presiden.
- Partai NasDem merasa tidak berhak mengisi posisi di kabinet Prabowo.
- NasDem menegaskan tidak ikut berkeringat dalam proses pilpres hingga terpilihnya Prabowo.
- NasDem menyatakan ingin memberi pelajaran moral dan etika kepada publik soal kepantasan dalam kabinet.
- NasDem mendukung penuh Pemerintahan Prabowo hingga akhir periode 2029.
- NasDem memiliki 2.200 anggota legislatif yang tersebar di tingkat pusat sampai kabupaten dan kota.
- Prabowo menilai timnya bekerja oke berdasarkan evaluasi objektif.
- Prabowo menggunakan metafora kesebelasan sepak bola untuk menjelaskan strategi pemerintahan.
- Beberapa kementerian tidak berada di garis depan tetapi bekerja sesuai inisiatif masing-masing.
- Prabowo menekankan prinsip the right man in the right place dalam reshuffle kabinet.
- Reshuffle kabinet diperlukan untuk menempatkan orang di posisi yang tepat.
- Reshuffle juga dapat dilakukan apabila terdapat pejabat yang bermasalah.
- KPK pernah menyampaikan informasi kepada Prabowo terkait pejabat yang bermasalah.
- Prabowo menyatakan siap mengganti pejabat yang tidak cocok di posisinya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.