Seruan Solidaritas Asia di Tengah Segala "Drama"
Nagoya 2026 di Stadion Atletik Mizuho Park, Nagoya, Sabtu (19/9/2026), dimeriahkan dengan panggung berbentuk hati sebagai simbolisasi konsep "Harmonic Heart Beat" untuk menggambarkan persatuan dan solidaritas negara-negara Asia. Meskipun upacara berlangsung meriah, penyelenggaraan diwarnai berbagai permasalahan seperti penolakan delegasi Taiwan, kesalahan pemutaran lagu kebangsaan Korea Selatan, serta permasalahan akomodasi dan transportasi yang turut dialami timnas basket Indonesia.Indonesia mengirimkan total 430 atlet untuk bertanding di 35 cabang olahraga dengan Ketua Kontingen Todotua Pasaribu menyatakan bahwa situasi memang menantang, namun fokus utama adalah mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.
Poin-Poin Utama
- Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September 2026 di Stadion Atletik Mizuho Park, Nagoya.
- Asian Games edisi ke-20 ini dibuka secara resmi oleh Kaisar Jepang Naruhito.
- Temasyah pembukaan menggunakan konsep "Harmonic Heart Beat" dengan panggung berbentuk hati.
- Sebanyak 11.000 atlet dari 45 negara participated dalam penyelenggaraaan Asian Games 2026.
- Para atlet bertanding dalam 43 cabang olahraga sepanjang turnamen.
- Delegasi Taiwan menolak participated dalam upacara penyambutan setelah Menteri Olahraga Lee Yang dilarang participated.
- Tim hoki putra Korea Selatan kesel karena lagu kebangsaan Korea Utara diputar sebelum pertandingan mereka.
- Jepang tidak membangun perkampungan atlet khusus, melainkan memanfaatkan hotel, kontainer sementara, dan kapal pesiar.
- Timnas basket putra Indonesia menunggu bus selama 41 menit untuk menuju lokasi pertandingan.
- Indonesia mengirimkan 430 atlet untuk mengikuti kompetisi di 35 cabang olahraga.
- Sekitar 26 cabang olahraga telah berangkat ke Nagoya sebelum upacara pembukaan.
- Sekitar 100 orang memeriahkan defile kontingen Indonesia dalam upacara pembukaan.
- Indonesia menempati urutan ke-11 dalam defile entrants.
- Pembawa bendera Indonesia adalah Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan Daniel Hutapea.
- Jepang menghadapi berbagai tantangan logistik dalam persiapan penyelenggaraan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.