Pernah Ada Ledakan Dahsyat Tambang di China, Melayang 1.500 Nyawa
Tragedi tambang batu bara Benxihu di China pada 26 April 1942 menewaskan 1.549 orang, dengan 1.518 di antaranya warga China yang mayoritas menjadi korban keracunan karbon monoksida setelah pengelola Jepang menutup ventilasi bawah tanah untuk melindungi peralatan dan cadangan batu bara. Pihak Jepang mengelola tambang tersebut dan awalnya menutupi angka korban dengan hanya mencantumkan 1.327 orang tewas, serta menjatuhkan sanksi ringan berupa pemotongan sepersepuluh gaji tahunan bagi pejabat yang terbukti bersalah. Area bencana kini ditetapkan sebagai Unit Perlindungan Benda Cagar Budaya Penting Nasional dan dikembangkan menjadi taman peringatan serta museum sejarah industri.
Poin-Poin Utama
- Tragedi tambang batu bara Benxihu di China terjadi pada 26 April 1942.
- Tambang tersebut dikelola oleh Jepang dan merupakan sumur tambang dengan lorong-lorong penambangan.
- Lebih dari 2.000 buruh tambang masuk ke dalam sumur sebelum fajar untuk shift kerja 12 jam.
- Sekitar pukul 11.30, gardu listrik permukaan mengalami gangguan sehingga seluruh aliran listrik terputus.
- Listrik dipulihkan pukul 14.00 dan listrik pertama kali disalurkan ke kipas angin ventilasi.
- Sepuluh menit kemudian listrik disalurkan ke area penambangan bawah tanah dan menimbulkan ledakan dahsyat.
- Ledakan mengeluarkan asap pekat dari lima sumur miring.
- Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan tambang ini mencapai 1.549 orang.
- Sebanyak 1.518 korban di antaranya adalah warga China.
- Sebagian besar pekerja tewas akibat keracunan gas karbon monoksida saat berusaha melarikan diri.
- Pengelola Jepang menutup ventilasi ke bawah tanah untuk mencegah kebakaran.
- Tim penyelamat Jepang memprioritaskan evakuasi pejabat Jepang dan mengabaikan buruh China.
- Pihak pengelola Jepang menutupi angka sebenarnya dengan hanya mencantumkan 1.327 korban di monumen.
- Hasil investigasi resmi membuktikan pihak Jepang melakukan kesalahan dan kebohongan.
- Sanksi yang dijatuhkan hanya berupa pemotongan sepersepuluh gaji tahunan bagi pejabat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.