Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Rapat Keamanan Darurat
Korea Utara menembakkan dua proyektil dan satu rudal balistik ke perairan Laut Timur dari dekat kota Wonsan. Peluncuran ini terjadi setelah Pyongyang menegaskan kembali statusnya sebagai negara bersenjata nuklir dan delapan hari setelah peluncuran rudal balistik jarak pendek sebelumnya. Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar rapat keamanan darurat, sementara Jepang melayangkan protes keras dan mengecam peluncuran tersebut sebagai ancaman terhadap perdamaian kawasan.
Poin-Poin Utama
- Korea Utara menembakkan dua proyektil dan satu rudal balistik ke perairan timur.
- Rudal balistik diluncurkan dari wilayah Wonsan pada 20 September 2026.
- Peluncuran pertama terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
- Rudal balistik terbang sejauh sekitar 450 kilometer menuju Laut Timur.
- Laut Timur dikenal juga sebagai Laut Jepang.
- Peluncuran kedua dikonfirmasi setelah pukul 18.00 tanpa rincian tambahan.
- Peluncuran ini terjadi delapan hari setelah Korut menembakkan rudal balistik jarak pendek.
- Korut pekan ini menolak resolusi badan pengawas nuklir PBB.
- Militer Korea Selatan meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan.
- Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang saling berbagi informasi mengenai peluncuran tersebut.
- Otoritas Korea Selatan dan Amerika Serikat sedang menganalisis spesifikasi rudal.
- Jepang menyatakan proyektil tersebut diduga sebagai rudal balistik.
- Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan proyektil telah jatuh.
- Jepang melayangkan protes keras kepada Korea Utara.
- Kantor Keamanan Nasional Korsel menggelar rapat keamanan darurat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.