Iran Buka Peluang Revisi Doktrin Nuklir dan Pertimbangkan Keluar dari NPT
Iran membuka kemungkinan merevisi doktrin nuklirnya dan mempertimbangkan keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) sebagai respons terhadap tekanan dari Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Juru bicara parlemen Iran Abbas Goudarzi menyatakan Tehran memiliki ruang untuk mengubah kebijakan nuklirnya apabila tekanan Washington terus berlanjut, dengan Iran bahkan mengklaim telah menyerang kapal perang dan pangkalan militer AS di Yordania. Namun, Presiden Iran Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen mematuhi NPT dan tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Poin-Poin Utama
- Iran membuka kemungkinan merevisi doktrin nuklirnya.
- Iran mempertimbangkan untuk keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT).
- Pertimbangan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
- Upaya perundingan antara Iran dan AS saat ini mandek.
- Abbas Goudarzi, jubir dewan pimpinan parlemen Iran, menyatakan Iran memiliki ruang untuk mengubah kebijakan nuklir.
- Goudarzi mengatakan perubahan kebijakan nuklir akan dilakukan jika tekanan dari Washington terus berlanjut.
- Ia menyatakan NPT dan peninjauan doktrin nuklir adalah hal yang sepenuhnya dapat dicapai.
- Iran menyatakan perlu menghadapi AS dengan pendekatan lebih tegas.
- Hubungan Iran dan AS kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.
- Iran mengklaim telah menyerang kapal perang dan pangkalan militer AS di Yordania.
- AS disebut melancarkan serangan balasan terhadap kapal tanker Iran.
- Iran dan AS sama-sama menjadi pihak dalam NPT sejak 1969 dan 1970.
- Iran berstatus sebagai negara tanpa senjata nuklir berdasarkan NPT.
- NPT dibentuk untuk mencegah penyebaran senjata nuklir.
- Presiden Iran Pezeshkian menegaskan Iran tetap berkomitmen mematuhi NPT.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.