AS Tak Bisa Diandalkan Hadapi Houthi, Saudi Bergantung pada Pakistan
Pakistan menegaskan komitmennya untuk mendukung Arab Saudi secara diplomatik maupun fisik dalam menghadapi serangan Houthi, dengan merujuk pada Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah yang mengikat kedua negara. Pasukan koalisi pimpinan Saudi berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Riyadh serta menggagalkan serangan di beberapa kota, sementara di lapangan angkatan bersenjata Yaman yang didukung Saudi menggagalkan upaya infiltrasi Houthi di Marib.
Poin-Poin Utama
- Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry adalah direktur jenderal divisi media militer Pakistan.
- Islamabad mendukung Arab Saudi baik secara diplomatik maupun fisik.
- Chaudhary menekankan kata "fisik" dan menyatakan Pakistan akan melakukan segala upaya yang diperlukan.
- Minggu lalu Kementerian Luar Negeri Pakistan belum membahas peluncuran respons militer berdasarkan Perjanjian Mekkah.
- Islamabad menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Mekkah.
- Pakistan menyatakan akan bertindak ketika "saatnya tiba" tanpa merinci situasi yang memicu tindakan tersebut.
- Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan serangan terhadap Arab Saudi dapat mengaktifkan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah.
- Khawaja Asif menyatakan Pakistan terikat syarat dan ketentuan pakta tersebut pada wawancara 8 September.
- Pasukan koalisi pimpinan Saudi menyatakan kelompok Houthi menembakkan rudal balistik ke arah Riyadh saat fajar.
- Rudal balistik tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara kerajaan.
- Houthi juga berupaya menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu.
- Serangan Houthi berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.
- Pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menggagalkan upaya infiltrasi Houthi di sektor al-Fuliahan, Marib selatan.
- 12 petempur Houthi Tewas dalam penggagalan infiltrasi tersebut.
- Sejumlah petempur Houthi lainnya luka dalam insiden yang sama.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.