Beranda Jumat, 18 September 2026

!online

Internasional Netral

Saudi Mulai Kekurangan Rudal untuk Melawan Houthi: Minta Bantuan Prancis, Inggris, hingga Mesir

Kamis, 17 September 2026, 10:11 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Arab Saudi mengalami kekurangan rudal pencegat untuk menghadapi serangan Houthi Yaman dan telah meminta bantuan Prancis, Inggris, Pakistan, serta Mesir. Situasi semakin rumit karena AS sebagai sekutu utama Riyadh juga menghadapi penurunan stok rudal pencegat setelah enam bulan berperang melawan Iran. Di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap fasilitas energi dan jalur pelayaran, Arab Saudi menyebut kondisi tersebut sangat sulit dan kini memberikan kesempatan kepada diplomasi.

Poin-Poin Utama

  • Arab Saudi kekurangan rudal pencegat untuk melawan Houthi Yaman.
  • Riyadh meminta bantuan pertahanan udara dari Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir.
  • Bantuan diperlukan untuk menghadapi ancaman rudal dan drone Houthi yang didukung Iran.
  • Amerika Serikat juga mulai mengalami penurunan stok rudal pencegat.
  • Arab Saudi tuduh Houthi berupaya menyerang Makkah menggunakan drone.
  • Makkah berjarak sekitar 1.100 kilometer dari perbatasan Arab Saudi-Yaman.
  • Pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat drone sebelum mencapai Makkah.
  • Houthi membantah telah menargetkan kota Makkah.
  • Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia.
  • Satu jaringan pipa minyak penting Arab Saudi ditutup selama beberapa pekan setelah diserang di Irak.
  • Houthi menguasai sejumlah pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
  • Iran menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.
  • Harga minyak tetap di atas USD100 per barel.
  • Pejabat regional menggambarkan posisi Arab Saudi saat ini sebagai sangat sulit.
  • Arab Saudi memilih memberikan kesempatan kepada diplomasi dalam menghadapi Houthi.
Tagar Terkait
#iran#arab saudi#houthi#yaman#inggris#laut merah#mesir#prancis#pakistan#makkah#pertahanan udara#rudal pencegat
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya