Bamsoet Dorong Hilirisasi Nikel Hasilkan Industri Kendaraan Listrik
Bamsoet menilai keberhasilan hilirisasi nikel Indonesia harus diukur dari kemampuan menghasilkan kendaraan listrik, bukan sekadar membangun smelter atau komponen baterai. Penjualan kendaraan elektrifikasi pada 2025 mencapai 175.144 unit dengan penjualan BEV sebanyak 103.931 unit atau dua kali lipat dibanding 2024. Bamsoet menekankan perlunya memperpanjang rantai produksi dari nikel hingga daur ulang agar nilai tambah dan kesempatan kerja tetap berada di dalam negeri.
Poin-Poin Utama
- Bambang Soesatyo merupakan Ketua MPR RI dan Ketua Dewan Pengawas PERIKLINDO.
- Sepanjang tahun 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 175.144 unit.
- Penjualan BEV tahun 2025 tercatat 103.931 unit.
- Penjualan BEV tahun 2024 sebanyak 43.188 unit.
- Batas minimal TKDN KBLBB ditetapkan 40 persen hingga tahun 2026.
- TKDN KBLBB meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027 hingga 2029.
- TKDN KBLBB ditetapkan 80 persen mulai tahun 2030.
- PT HLI Green Power terletak di Karawang.
- PT HLI Green Power merupakan perusahaan patungan Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution.
- Investasi PT HLI Green Power sekitar US$1,2 miliar.
- Kapasitas produksi sel baterai PT HLI Green Power mencapai 10 GWh per tahun.
- Kapasitas produksi tersebut setara kebutuhan sekitar 150.000 kendaraan listrik.
- Pure Battery Technologies berencana menginvestasikan US$350 juta untuk fasilitas pCAM.
- Fasilitas pCAM akan menggunakan bahan baku MHP dari fasilitas HPAL domestik.
- Rantai produksi nikel di Indonesia meliputi nikel, MHP, precursor, katoda, sel baterai, battery pack, kendaraan listrik, hingga daur ulang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.